-->

djangan ditangkap yach....!!!

Jumat, 30 Desember 2011

Dunia di Balik hatimu ♥

Di sebuah rumah sakit.

Seorang kakak sedang menunggu adiknya yang sedang terbaring, sang kakak terus menangis melihat keadaannya. Sang adik mengalamin kecelakaan sehingga mengalami pendarahan yang cukup parah. Ia kekurangan jenis golongan darah yang sangat sulit didapatkan. Sedangkan sang kakak memiliki golongan darah yang berbeda, mereka hanya seorang yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya.

Sang kakak hanya bisa menangis berharap segera menemukan golongan darah yang bisa segera menyelamatkan nyawa adiknya. Berbagai cara telah ia lakukan melalui yayasan dan media

massa

. Namun nihil hasilnya dan kini hanya bisa menunggu detik detik dimana adiknya bisa meninggal kapan saja. Saat sang kakak menangis, seorang suster datang dengan cepat mengatakan sebuah berita gembira ada seseorang yang mau mendonorkan darahnya. Pria itu bernama alwin.

Sumbangan darah itu sangat berarti untuk Yunmin, nyawa sang adik akhirnya dapat tertolong. Yunmin mencari sang donor yang masih dalam perawatan sang suster karena baru saja kehilangan darah cukup banyak. Yunmin menemui pria itu, ia ingin berterima kasih karena pertolongannya.

“terima kasih telah menolong adik saya. Ntah apa yang terjadi bila tidak ada anda?” ujar Yunmin

“oh tidak apa apa. Kebetulan saya lewat rumah sakit ini dan mendengar dari radio, jadi tidak ada masalah!”

“suatu saat saya akan mengorbankan apapun untuk anda.. ini sumpah saya, terima kasih tuan. Nama saya Yunmin. Ingat nama itu !” ucap Yunmin

“Yunmin.. ok ok.. saya Alwin.. sekarang saya harus pergi , terima kasih” ujarnya Alwin kemudian pergi meninggalkan rumah sakit.

Yunmin tidak akan pernah melupakan orang yang telah menyelamatkan nyawa adiknya. Dia hanya bisa berdoa orang itu menjadi orang yang di berkatin karena kebaikannya. Sedangkan Alwin harus terburu buru pergi menuju lapangan basket. Ia sedang mengikuti sebuah pertandingan liga basket. Dia tidak menyadari tubuhnya terlalu lemah untuk melanjutkan sebuah pertandingan, Namun ia terus memaksa.

6pertandingan pada awalnya berjalan dengan baik, namun pada menit ke 58, Alwin mengalamin sedikit gangguan masalah. Ia mulai mengalami sedikit lemas dan memaksa untuk melompat mencetak point. Ia memang berhasil mendapatkan point dari tembakan bolanya namun ia terjatuh dan kepalanya menabrak sudut panjang papan sponsor . dan semua orang terkejut dengan kejadian itu kemudian membawa Alwin

Seminggu kemudian.

Alwin tidak akan pernah menduga hidupnya akan berubah, akibat kecelakaan tersebut. Ia mengalamin kebutaan karena matanya mengalami benturan keras. Hidupnya seperti sebuah kegelapan saat ini, semua orang mencoba menghiburnya namun baginya hiburan tersebut tidak akan mengembalikan matanya untuk melihat.

Ia akan merindukan ketika ia bermain basket. Dan ia akan juga merindukan saat ia bisa melihat matahari pagi dan munculnya pelangi ketika hujan telah berakhir. Hidupnya kini berubah dari kehidupannya yang normal. Kini ia menjadi cacat, tidak ada pilihan lain untuknya selain menerima keadaan, ia hanya bisa termenung sendirian dan menutup dirinya dari semua orang yang akan melihatnya sebagai orang cacat.

Suatu ketika setelah ia bisa melewatin masa masa sulitnya, ia mulai berani untuk berjalan keluar bersama anjing tersayangnya. Namun ia menutup matanya dengan sebuah kacamata. Ia merindukan sebuah pantai yang indah, ketika ia bisa menikmatin cahaya sore hari dengan begitu indahnya. Dan mereka pun pergi menuju pantai disekitar rumahnya yang memang dekat dengan pantai.

Alwin berjalan dengan anjingnya .hingga sebuah bola volley yang sedang di mainkan oleh sekelompok orang terjatuh di sekitarnya. Mereka memanggil Alwin untuk melempar bola. Namun Alwin tidak bisa melihat dimana bola berada. Seorang wanita yang berada disekitar Alwin kemudian mendekatin Alwin untuk memberikan bola kemudian mendekatin Alwin . Alwin berhasil menemukan bola itu dan melemparnya. Namun wanita itu hanya terdiam dan terus memperhatikan Alwin, seolah wanita itu pernah melihat Alwin sebelumnya.

“maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya wanita itu pada Alwin

“ehm.. maaf saya tidak tau..!” ujar Alwin yang menghindar

“tunggu.. saya yakin pernah melihat anda. Tapi dimana itu saya lupa?” balas wanita itu

4alwin terburu buru menghindar dari wanita itu dan terjatuh sehingga kacamatanya terlepas kemudian ia meraba raba mencari kacamata hitamnya dan wanita itu segera membantu Alwin. Wanita itu menyadarin Alwin adalah seorang tunanetra. Dan segera meminta maaf

“maaf saya tidak tau anda…!”ujar wanita itu

“gapapa.. bisa biarkan saya pergi!”

“iya silakan…”

wanita itu terus berpikir akan sosok pria itu dan hingga ia menyadari satu hal yang nyaris terlewat dalam hidupnya. Pria buta itu adalah orang yang mendonorkan darah pada adiknya. Wanita itu adalah Yunmin dan pria itu adalah Alwin yang yang akan selalu ia ingat namanya.

Suatu pertanyaan yang besar dalam hati Yunmin melihat keadaan Alwin yang telah berubah. Walau mungkin Alwin tidak akan pernah mengenalin Yunmin tapi dalam hati Yunmin Alwin adalah orang yang telah menyelamatkan hidup adiknya.

Yunmin pun mencari Alwin setiap harinya di pantai itu. Dan ia berhasil menemukan Alwin yang sedang terduduk bersama sang anjing. Ia mendekatin Alwin sambil membawakan sepotong eskrim di cuaca pantai yang panas.

Agnese_1 “hei.. sedang duduk sendirian ya?” tanya Yunmin dan Alwin hanya terdiam

“ehm.. maaf kalau menganggu , tapi saya Cuma mau kasih kamu eskrim , cuaca hari ini panas,eskrim bisa bikin kamu sedikit segar” tawar Yunmin

“kasih saja ke anjing saya. Saya ga butuh !” ujar Alwin kasar

“oh.. maaf kalau anda jadi terganggu!” ujar Yunmin

dan Yunmin hanya terdiam sambil menikmati eskrimnya didekat Alwin,dan Alwin merasa terganggu dengan adanya Yunmin

“nona.. bisa kah anda tidak berada disini, saya memang buta. Tapi saya masih bisa merasakan anda disana!” ujar Alwin

“oh.. maaf saya Cuma berusaha untuk berteman dengan anda, apakah saya tidak layak menjadi teman anda!”

“teman. Hehehe. Di dunia saya hanya ada sebuah titik hitam. Tidak ada yang bernama teman!” ujar Alwin

“kamu salah.. titik hitam itu akan menjadi berwarna ketika kamu bisa merasakan dengan orang lain. Tidak seperti saat ini yang seperti menutup diri kamu!” jelas Yunmin

“kamu jangan sok tau.. yang merasakan saya. Jadi coba kamu rasakan saja bagaimana hidup kamu tanpa warna.”

“saya memang tidak bisa merasakan keadaan itu tapi saya bisa menjadi warna untuk kamu!” jelas Yunmin

Alwin tersontak dengan kata kata Yunmin barusan dan terdiam..

“siapa nama kamu ?”tanya Alwin

“saya Yunmin.. “ ujar Yunmin

“oh.. saya Alwin.. terima kasih atas eskrimnya , keliatannya anjing saya suka!” jelas Alwin

“anda benar tidak merasa pernah mendengar nama saya!” tanya Alwin

“tidak. Emang kenapa!? “

“oh gapapa.. kalau anjing kamu suka eskirim. Maka setiap hari saya akan membawakan eskrim untuk dia. Dan kalau kamu mau ,Aku juga bisa bawakan!” tawar Yunmin

“terima kasih.. saya akan coba suatu saat!”

Yunmin menyadarin satu hal kalau Alwin tidak mungkin mengingat namanya, sebab kejadian donor pada saat itu berlangsung cepat dan telah terjadi 2 tahun lalu. Sekarang bahkan adik Yunmin , henda telah kuliah, dan Yunmin sendiri bekerja sebagai seorang marketing.

Hari selanjutnya menjadi saat saat dimana Yunmin berusaha mendekatin Alwin. Ia berusaha bertahan terhadap kata kata kasar dari Alwin padanyal. Ia hanya berusaha untuk mengerti keadaan Alwin. Sebab ia pernah berhutang budi terhadap Alwin. Hari demi hari dilewatin dan Alwin mulai terbiasa dengan adanya Yunmin. Mereka menjadi sering berjalan bersama. Yunmin pun senang karena Alwin mulai bisa menerimanya.

Kedekatan yang terjalin diantara mereka membuat sebuah perasaan mendalam diantara mereka. Walau Alwin menjadi cacat karena matanya. Yunmin tidak pernah peduli, baginya Alwin adalah sosok yang paling ia kagumin. Sedangkan Alwin berusaha terbuka pada Yunmin karena kesabaran hatinya menenamin dirinya.

Hingga di suatu saat di sebuah pantai mereka terduduk bersama.

03_1“Yunmin.. kamu telah hadir dalam hidup Aku dan membuat Aku terbuka. Mengapa?” tanya Alwin

“hehe tidak ada alasan apapun selain Aku bahagia bersama kamu!”

“maksud kamu” tanya Alwin

“melihat kamu ceria dan bisa tertawa seuatu kepuasan batin yang luar biasa untuk Aku “ jawaban Yunmin yang membuat Alwin terharu

“andai saja Aku bisa melihat wajah kamu Yunmin, Aku pasti akan mencium dan berterima kasih!” ujar Alwin

“kamu ga perlu berterima kasih sama Aku, tapi Aku yang berterima kasih sama kamu karena kamu orang yang telah merubah hidup Aku “

“hehe merubah hidup kamu bersama si buta ya” ledek Alwin

“ga kok.. buat Aku kamu tidak lah buta. Hati kamu terang dan indah untuk di lukiskan”

mereka hanya saling berbicara dan satu hal yang sulit dan ingin dikatakan Yunmin kalau Alwin adalah orang yang telah menyelamatkan adiknya, Yunmin tidak mau kedekatan yang ia lakukan hanya dianggap sebagai balas budi. Ia ingin Alwin tau ia sangat ikhlas menjadi teman setianya sampe matipun. Tanpa melihat sejarah masa lalu.

Suatu ketika hujan turun dan mereka berteduh untuk sesaat disebuah tempat.

“Yunmin kamu tau.. ketika dulu hujan Aku paling suka. Tapi sekarang rasanya Aku paling benci” jelas Alwin

“kenapa kamu bilang gitu Alwin?”

“ia karena ketika hujan Aku paling tidak tau kemana Aku harus menepi. Dan hujan seolah menertawakan Aku. Dan satu lagi. Hujan tidak pernah membuat Aku tenang. Karena Aku akan merindukan sebuah pelangi?” jelas Alwin

“pelangi.. pengan Aku Alwin?” ujar Yunmin merangkul tangan Alwin

“rasakan di hati Aku ini.. ?” ujar Yunmin yang membuat Alwin bingung

“Aku rasa kamu lebih tau apa yang lebih Aku bisa rasakan!!? “ tanya Yunmin

“Aku ga ngerti.. apa sih maksud kamu?”

“Aku memiliki sebuah pelangi di hati ini. dan hanya kamu bisa rasakan Alwin.?”

“maksud kamu?” tanya Alwin

“ini adalah pelangi cinta yang dengan turus akan selalu bersama kamu”

“kamu jangan bodoh Yunmin kamu akan sensara mencintai seorang pria buta tak berguna untuk kamu?” jelas Alwin

“tidak. Buat Aku . kamu dalam keadaan apapun adalah pelangi untuk Aku!” ujar Yunmin dan Alwin pun terharu sambil berucap

“Yunmin.. andai Aku bisa melihat.. Aku akan bersumpah untuk menikahin kamu dan membuat kamu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini!!” janji Alwin

“sungguhkan Alwin.. bisakah Aku percaya akan kata kata ini!| tanya Yunmin

“ini adalah sumpahku diatas hujan bila Aku berbohong bila petir membuat Aku mati tak berdaya..!”

“terima kasih Alwin.. terima kasih telah berjanji satu hal untuk Aku!” jelas Yunmin dengan sebuah air mata terharu akan kebesaran hati Alwin.

Hari itu dilewatkan Yunmin dengan sebuah kebahagian dan sebuah keputusan besar. Yunmin bertemu dengan adiknya untuk mengatakan satu hal yang membuat adiknya kaget. Namun penjelasan Yunmin membuat adiknya hanya bisa menangis untuk tidak bisa berbuat apa apa. Yunmin menitipkan sebuah pesan untuk adiknya bila suatu saat Alwin mencarinya.

Hari sejak itu . Yunmin menghilang dalam hidup Alwin. Alwin merasa sangat kehilangan sosok Yunmin dalam hatinya. Namun ia mendapatkan sebuah berita baik untuknya. Seseorang telah bersedia mendonorkan matanya untuk Alwin. Alwin pun bahagia ia kini bisa melihat Yunmin. Yunmin yang ntah kemana, ia tidak peduli dan menjadi sangat baik sehingga suatu ketika Yunmin kembali ia akan memberikan sebuah kejutan ia telah bisa melihat.

Operasi untuk membuat Alwin bisa melihat berhasil. Alwin bisa melihat kembali. Dan ia mulai melakukan hal yang tidak pernah bisa ia lakukan. Dunianya seolah telah kembali. Basket dan teman temanya telah kembali dalam hidupnya. Namun ada satu hal yang membuat dunianya itu terasa kurang.

Yunmin menghilang dan tidak pernah kembali.

Kekarutan hatinya tidak bisa ia tahan. Dengan berbagai informasi ia berhasil mendapatkan alamat dan rumah Yunmin. Alwin tiba di rumah Yunmin dan mengetuk pintu. Ia terkejut dengan seorang wanita yang berjalan dengan tongkat secara perlahan..

“anda cari siapa tuan?” tanya yunmin

“saya mencari Yunmin..?” ujar Alwin

“Alwin.. ini suara Alwin.. Aku ingat ini kamu Alwin.. akhirnya kamu mencari Aku..” ujar Yunmin bahagia ketika melihat Alwin mencarinya

“tapi.. mengapa kamu ..?” ujar Alwin

“oh.. Aku .. Aku mengalamin kecelakaan kecil sehingga menjadi buta. Win..maaf membuat kamu mencari?” jelas Yunmin

“Yunmin.. maaf .. Aku tidak mencari kamu karena Aku pikir kamu lagi sibuk..” jelas Alwin

“Alwin.. apakah kamu kemari untuk melamar Aku.,.:?” tanya Yunmin polos

“Yunmin.. mungkin sebaiknya Aku jujur sama kamu. Aku pernah merasakan dunia hitam. Aku traouma dengan semua itu. Tanpa Aku sadarin keadaan kamu telah membuat Aku menjadi takut.. Aku tidak mungkin bisa melamar masa laluku untuk kembali?” jelas Alwin

“tapi.. kamu telah janji sama Aku untuk melamar Aku ketika kamu bisa melihat kembali?” tanya Yunmin

“sungguh maaf Yunmin.. Aku meralat janji Aku pada kamu.. Aku harus pergi saat ini!”

“jangan pergi Alwin.. jangan pergi. Izinkan sebentar saja Aku untuk memeluk kamu!”

“baiklah.. “

Yunmin memeluk Alwin dengan sebuah pelukan penuh tangis. Alwin seolah buta dengan hatinya. Ia telah melanggar sumpahnya dengan sebuah penghianatan. Ia memang bisa melihat dan tidaklah menjadi buta. Namun kini hatinya telah buta oleh warna. Kini buatnya Yunmin hanyalah sebuah masa lalu yang ia ingin Luka_1lupakan . dan pelukan ini akan menjadi akhir segalanya. Akhir dari masa lalu. Diantara pelukan itu Yunmin berkata

“Aku tidak akan pernah marah ketika kamu memang harus pergi , Aku sadar dunia hitam terlalu menyakitkan untuk diingat. Aku akan ikhlas bila kamu ingin bersama warna lain di hati kamu. Tapi Aku hanya bisa berkata. Aku sangat berterima kasih terhadap apa yang telah ada dan selamanya akan Aku tanam dalam hati Aku untuk kamu. Selamanya akan menjadi abadi”

kata kata itu menjadi hal terakhir diantara pertemuan mereka. Setelah itu Alwin pergi dan tak pernah kembali untuk melihat Yunmin. Yunmin tidak pernah marah dan membenci terhadap sikap Alwin. Hidup Yunmin hanya bersama sebuah tongkat setia di tangannya. Namun tongkat itu harus melayang setinggi langit ketika sebuah mobil menabrak Yunmin. Dan membawa Yunmin menuju langit untuk tinggal bersama warna pelangi.

Henda_2 Alwin telah bahagia dengan hidupnya. Ia kembali menjadi raja di lapangan basket. Dan menjadi juara diantara wanita. Suatu ketika sehabis bermain basket seorang pria muncul untuk memberikan sebuah

surat

untuknya.



surat

apa ini..?”tanya Alwin

“ini

surat

dari kakak saya Yunmin.. ?” ujar henda

“Yunmin.. saya ga kenal sama Yunmin.. serius kamu salah orang ya?”

“mungkin tidak akan pernah mengenal siapa Yunmin.. tapi mata kamu tidak akan pernah saya lupakan .. mata yang telah menjaga hidup saya hingga saya dewasa sekarang”

“uda deh .. sebaiknya kamu pergi , tinggalin

surat

itu disana,saya baca kalau sempat?!” jelas Alwin

“ok terserah kamu.. kakak uda pergi untuk salamanya,semoga dia tidak pernah menyesal telah melakukan satu hal untu kamu?”

Alwin kaget ketika mendengar kalimat kalimat itu, namun ia tetap bersih keras tidak mengakui Yunmin. Ia sadar Yunmin telah meninggal. Dan ketika ia membuka

surat

itu ia pun membaca dengan sebuah air mata yang terlambat ia tumpahkan..

Agnes_lie “ketika kamu membuka

surat

ini . Aku percaya ketika itu sebuah warna dunia telah terlukis untuk kamu. Aku tidak pernah bisa memberikan apapun untuk hidup kamu selain hanya menjadi pelangi dalam hati kamu, dan sebuah cahaya dalam hati kamu. Namun setidaknya mataku bisa membuka dan membuat dunia kamu kembali bersinar atas nama cinta.. “

Alwin menangis dan menyesal ketika ia terlambat tau semua itu..

Tamat

IZINKAN AKU MENCINTAIMU

IZINKAN AKU MENCINTAIMU

Sebuah kisah cinta yang tak pernah berakhir tanpa jawaban



Aku yang selalu menunggu ketika kau pulang dengan segenap tenaga mengayun kakiku agar langkah sepeda berputar semakin cepat dan membuatmu nyaman akan selalu bersamaku, itu janjiku ketika kau berikan cintamu kepadaku. Aku pun yang selalu menjadi pelabuhan ketika kau merasa sedih dan senang.

Sepenggal kisah cinta yang kita alami walau berakhir tidak akan pernah hilang untuk selamanya. Setahun atau pun seribu tahun kemudian ketika jasadku menyentuh tanah dan kembali bangun, cintamu akan selalu abadi dalam hidupku.

Surat

cintamu akan selalu terkenang bagiku untuk selamanya.



Ini adalah sebuah

surat

cinta yang telah tersimpan lama oleh Hendra membuka lembaran kisah lamanya yang telah tersimpan rapi dalam lemari kotak bersejarah yang menjadi saksi hidup ketika cintanya pertama kali bersemi sepuluh tahun lamanya dulu.teringat olehnya seorang wanita yang menjadi bagian indah dalam sejarah hidupnya hingga kini abadi tidak terlupakan.



Kini sepuluh tahun lamanya telah berlalu, dunia telah berubah, zaman telah berubah bahkan wajahnya pun mulai pudar dalam bayangan ingatanku. Mimpi kembali mempertemukan kami walau hanya sekejab bayangan itu kembali seolah memanggilku untuk kembali mencarinya. Tapi dimana.. dimana akan ku cari? Inilah jawaban yang tak pernah kudapatkan.



Aku menarik nafas panjang memulai awal mula aku berkerja. Sungguh sangat beruntung ketika aku kembali dari Amerika sebuah tawaran pekerjaan menjanjikan menghampirinku. Aku menyebutnya sebagai awal hidup di tanah airku. Rutinitas baru dan segalanya sungguh baru, setelah mengerti dengan jenis pekerjaan yang harus aku lakukan dari penjelasan menejer, aku kembali ke kantorku melalui sebuah lift yang cukup panjang , bandingkan sendiri sebuah kantor besar dengan gedung 60 lantai. Perjalanan panjang menuju kembali ke ruangku.

Tidak ada yang aneh untuk saat ini. Namun ketika sebuah pintu lift terbuka dengan seorang wanita muncul, membuatku mencuri pandang sesaat akan sosok wanita itu. Terasa tidak asing, ditambah senyumnya seolah memberikan kehangatan di ruang dingin ini.untuk sesaat aku mulai menduga duga siapa gelangan wanita ini. Mengapa aku begitu seolah mengenalnya.



Ting…. Suara pintu terbuka membuyarkan semua bayanganku.

Wanita itu perlahan berjalan keluar, aku pun mengikutin naluriku untuk mengejarnya. Perlahan dan terus menduga duga wanita itu mulai menyadari langkahku dan dia terhenti.



“sorry sepertinya anda mengikutin saya terus..!!” ujar wanita itu

“oh ga.. maaf.. saya…!!” aku mencari alasan

“anda kenapa..!!” ujarnya

“ga.. saya Cuma pengen ke…!” ujarku bingung

“anda ingin ikut saya juga ke wc perempuan..!” wanita itu menunjukkan dirinya seolah berada tepat di garis pengumuman besar Toilet wanita

“maaf.. bukan maksud saya..!” aku merasa malu tak menyadari berada di depan toilet wanita..

“ok kalau gitu bisa biarkan saya tenang di dalam toilet ini!!”

“oh ya silakan..!” aku tersenyum malu



Terlalu mengikuti naluriku tak menyadari berada didepan toilet wanita membuatku malu tak berujung. Dengan tarikan nafas akhirnya aku pun perlahan meninggalkan wanita itu. Sesekali aku mencoba untuk berbalik berharap dia mau mengenalku walau hanya sesaat untuk membuang rasa penasaranku akan dia. Dan tanpa kusadari wanita itu meliriku sekilas sambil tersenyum di balik pintu toilet.



Hari itu pun berlalu menjadi kenangan yang kusimpan. Sambil terus mengingat sosok wanita itu aku bahkan tak bisa tidur dengan nyeyak. Dan aku pun bermimpi, ya mimpi akan sesuatu yang telah hilang..



Aku berlari diantara hujan yang deras ketika aku tau sebuah berita dari sahabatku..

“dra.. Karen.. !!” ujar sahabatku terpatah patah

“kenapa dengan Karen.!!” Ujarku panic

“Karen di tabrak lari oleh mobil!!”

“apa..!!!”



tak peduli hujan yang terus membasahi seluruh tubuhku, aku berlari secepat mungkin menuju rumah Karen. Hatiku bergetar dan menjerit berharap tak ada yang terjadi padanya. Namun ketika aku tiba di garis pintu halaman Karen. Hanya sebuah tulisan turut berduka cita yang berjejel menghiasi papan namanya.

Aku masuk dan semua orang memandangku dengan dingin, aku tak peduli dan terus berlari menuju sebuah altar yang tersisa dari Karen. Hanya sebuah jasad yang telah tertutup dan sebuah foto senyuman gadisku..

“dia telah pergi untuk selamanya..!!” ujar ibu Karen

“Karen.. tante.. aku baru saja ingin menemuinya..!” teriakku sambil menangis



Namun tuhan tak mengizinkan kami untuk bertemu dan sejak itu hidupku mulai merasa kehilangan besar. Kesepian dan tanpa ada tujuan. Akhirnya kuputuskan pergi menuju negeri impian. Meninggalkan kenangan yang tersisa dalam hidupku. Masih teringat oleh bait terakhir dari kata kata Karen padaku di malam sebelum aku menuju kelulusan sekolah menengah umum.



“dra.. kalau kita lulus nanti apa kita masih bisa bersama ya..!”

“ya masih dong kemana pun kamu berada akan aku ikutin!”

“aku ga yakin..!!” ujar Karen

“kok ngomong gitu sih..!!”

“aku punya impian yang harus aku raih dra..!”

“impian apa itu..!!”

“menuju negeri impian dan mencari hidup baru yang lebih indah..!”

“maksud kamu..!” ujarku bingung

“ya pengen hidup di luar negeri .. pengen rasain salju di luar

sana

hehe!!”

“dimana itu.. pasti aku ikutin deh..!!”

“Amerika… itu impianku!!”

“Karen.. tapi.. kenapa mesti sejauh itu sih.. disini

kan

ada aku ..!!”

“haha bercanda kok… tau ga sih!! Untuk ke

bandung

aja aku susah, apalagi ke Amerika!!”

“hehe.sabar ya.. nanti aku tabung yang banyak dan membawa kamu kesana merasakan salju terindah yang pengen kamu coba!!”

“oh ya.. janji ya!!” ujar Karen terlihat senang

“janji…!”

“apapun yang terjadi.. sisakan sedikit bagian dalam hidup aku disana ya dra..!!”

“iya apapun itu akan aku simpan disana ketika aku menuju negeri impian kamu!!”



Aku menepatin janji Karen membawa sisa sisa yang tertinggal dalam kisah kami disana. Dan walau perlahan mulai hilang dalam benakku tapi dia terkadang hadir sambil tersenyum.namun kali ini dia datang dengan senyuman lain sebuah senyuman yang tak pernah kuduga dan aku sadarin..

Wanita itu mengingatkan aku pada Karen…



Aku terbangun dengan keringat dingin. Dan menyadarin mengapa getaran ketika aku bertemu gadis itu bergitu kuat. Dia begitu mirip dengan Karen.. mengapa? Bagaimana bisa.. apa aku sudah gila karena merindukan masa lalu!! Apa dia itu Karen. Semua pertanyaan itu menghiasin semua isi benakku dan keesokan paginya aku mulai mencari wanita itu.



Jam yang sama seperti kemarin aku berharap bisa bertemu dengan dia di lift ketika aku melihatnya masuk. Lantai 56. dengan perlahan kuperhatikan semua ruangan berharap dia ada disana. Dan benar saja dia sedang duduk di sebuah meja operator di depan kantor pelayanan. Wanita itu bekerja sebagai operator di kantor itu



“ada yang bisa saya Bantu” ujar wanita itu

“ehm.. ga .. gapapa.. Cuma tersesat!!” ujarku memperhatikan nama gadis itu bernama Ellen.

“oh .. anda tersesat hingga kemari.. mau saya antar hingga tidak tersesat!!” tawarnya

“boleh…!!” ujarku



kami berjalan berdua dan dia menjadi pemanduku, aku memperhatikan terus semua yang ada padanya.

“ini lift silakan anda masuk dan cari tujuan anda..!!”

“ehm.. nona tunggu boleh saya tanya!!”

“ok silakan!!”

“bolehkan saya mengajak anda untuk makan malam..!!” tanyaku

“hehe.. itu bukan bertanya namanya!!” ledek wanita itu

“maaf.. saya tidak pandai merangkai kata kata..saya Hendra..kerja di lantai 15 perusahan IT.”

“OK.. saya Ellen. Kerja disini sebagai operator..!!”

“hm.. bagaimana tawaran saya..!!” aku berdebar menunggu jawaban

“hm.. ok malam ini saya tidak ada acara.. kita bisa makan malam bersama!!”

“ok.. terima kasih nanti saya jemput anda dimana!!” ujarku senang

“bagaimana pulang kantor saja jam 5 jadi ga perlu makan malam… kita makan sore saja!!”

“ok ok..!!” saya tunggu dibawah ya di ruang resepsionis!!” ujarku

“baik hendra.. kita ketemu nanti!!!”



Aku begitu terkejutnya dia mau menerima ajakkan makan malamku. Dan aku pun menghitung waktu hingga telah tiba janji pertemuan kami. Kami pergi berjalan ke sebuah café di sekitar kantor kami. Tidak akan kekakuan pada saat itu, dia banyak bertanya dan aku menjawab. Aku terpersona akan bahasa dan pertanyaan pertanyaan yang dia ajukan begitu dewasa dan berwawasan.

Hari demi hari kami mulai melewatin dengan bersama. Ntah mengapa aku mulai dekat dan semakin dekat dengannya. Tidak ada yang aneh dengan apapun yang terjadi pada kami, sebatas sahabat satu gedung saja. Hingga suatu ketika hari ini tidak seperti biasanya. Dia tidak masuk ke kantor dan aku begitu sedih. Satu hari itu aku berasa jenuh dan bosan.

Bertahan satu hari mungkin bisa untukku, namun dia tidak masuk untuk seminggu, rasa penasaran begitu besar di benakku. Hingga aku bertekad menuju kantornya. Aku mendapatkan sebuah jawaban Ellen sakit dan izin dari kantor. Oh tidak… mengapa dia tidak memberitahu aku akan berita ini.

Dengan alamat yang aku dapat, aku pergi menuju apartemennya. namun kali ini tidak ada jawaban akan dering pintu rumahnya. Aku pulang dengan wajah kecewa hingga terkejut di sebuah lantai dasar. Hatiku terkejut ketika melihat Ellen baru saja keluar dengan seorang pria dengan mesranya..

Untuk saat itu aku baru menyadari dia telah memiliki orang lain dalam hidupnya. Aku tidak kecewa dengan apa yang aku lihat, Ellen berhak untuk memiliki siapapun. Aku bersembunyi darinya di balik pintu agar dia tidak melihatku, dan ketika ia mulai masuk aku pergi menuju keluar sambil memanggil taksi.

Ellen seperti kehilangan sesuatu hingga ia kembali menuju lantai dasar tepat dimana aku berdiri hendak memasukin taksi, dan ellen terkejut melihatku. Tanpa kusadari dia berlari melangkah mengejar taksi ku yang telah berjalan jauh meninggalkannya hingga terdiam. Aku berbesar hati untuk menerima kenyataan ini, siapalah aku hingga harus memilikinya.

Keesokan harinya..



Kali ini Ellen yang hadir menjemputku dikantor..



“mau pulang bareng..!!” ajakknya..

“oh.. boleh tapi bentar ya aku beres beres dulu!!” sedikit terkejut dengan kedatangnya yang tidak seperti biasa



setelah semua beres aku pun pulang bersama Ellen. Hal ini sudah biasa kami lakukan sejak kami pertama kali mengenal, letak jalan yang kami lalui sama, hingga berakhir pada jalur busway, dimana dia mengarah ke kanan dan aku kiri. Disinilah biasa kami berpisah dengan senyuman.

Dan ketika kami berjalan perlahan.. tiba tiba Ellen menarik tanganku dengan cepat dan aku hanya mengikutin kemana ia menarikku dan kami terhenti di suatu tempat yang tak pernah kami laluin.



“hm.. sorry tiba tiba kayak gini!”! ujar Ellen terhenga henga nafasnya

“oh gapapa.. emang ada apa kok ampe lari lari gitu !!” ujarku bingung

“hehe..dra.. pernah punya pacar ga!!”

“ehm..terakhir 10 tahun lalu dan itu pertama!!”

“oh ya.. (terdiam).. mau aku cariin pacar!!” tawarnya

“hehe.. ada ada aja.. ini tempat apaan sih!!” aku sambil memandangin tempat sekitarku yang banyak sekali terdapat gambar gambar altar sejenis tempat pecinan yang terdapat lilin dan hio di vihara.

“ini namanya vihara.. tempat untuk berdoa..!!”

“oh ya.. baru tau ada tempat ginian!!”

“hehe.. waktu kecil aku suka kesini.. jadi aku ajak kamu kesini untuk memohon!!”

“oh ya.. !!” ujarku mengerti

“vihara ini terkenal akan belas asih.. makanya jangan ragu minta apapun dengan tulus maka kamu bakal diberikan kasih yang mulia terhadap permintaan kamu!!”

“hm.. keren juga ya!!”

“yuk masuk..!!!”



ellen mengambilkan aku sebuah dupa/hio kemudian kami bersembayang, dengan sedikit kaku aku mengikutin apa yang dilakukan Ellen. Dan ketika itu ia pun berbisik

“ayo cepetan mohon satu hal..!!” ujar Ellen

“ok ok..!” aku menutup mataku dan berujar



“izinkan aku mencintai dia.. walau dia telah milik orang lain..!!”



dan setelah itu kami berjalan disekitar area vihara. Dan terhenti disebuah tempat tiba tiba Ellen mulai bertanya



“kemarin kamu ke apartement aku ya!!” tanyannya

“ehm.. ngak kok!!” ujarku berbohong

“oh .. kalau gitu aku salah lihat kali.. soalnya ada yang mirip sama kamu gitu!!”

“ya mungkin salah lihat..!!”

“Dra… andai aku uda punya orang .. kamu masih mau bertemen sama aku!!”

“pasti!!! Pasti aku akan selalu menjadi temen kamu!!”

“hehe.. terima kasih ya!!”

“ini..!!” sebuah

surat

undangan

“datang ya ke pernikahan aku !!” ujar ellen yang sempat membuat jantungku terhenti namun mencoba bertahan.

“iya pasti aku datang…!!”

“selamat menempuh hidup baru ya..!” ujarku kembali

“iya kamu juga ya selamat menempuh hidup baru!!” jelas Ellen yang membuat aku bingung



tidak ada yang aku mengerti dari pertanyaan itu namun aku mulai bisa menebak kalau itu adalah jawaban apa yang aku lihat kemarin. Walau rasanya kecewa dan bersedih karena tidak bisa memilikinya, namun ketika melihat senyuman Ellen ntah mengapa aku merasa tenang dan damai. Senyuman itu membuat aku bagaikan berada dalam surga dan bertemu malaikat yang mengatakan aku bahagia.



Beberapa bulan kemudian..





Aku mendapatkan tugas di luar

kota

, sehingga harus meninggalkan kantorku. Namun ada satu hal yang ingin aku lakukan sebelum aku pergi menuju tempat yang baru.aku ingin pergi menuju makam tempat Karen beristirahat. Hal yang tidak pernah aku lakukan sejak sepuluh tahun lamanya. Hari ini adalah hari dimana Karen pergi untuk selamanya.

Makam itu terlihat begitu rapi dan terawatt. Dengan seikat bunga aku hadir menemui kekasih yang tak pernah aku putuskan selain karena takdir Tuhan. Aku duduk sambil menaruh sebuah

surat

cinta kenangan kami diatas sebuah altar namanya dan sebuah bingkai foto yang tertanam dalam ukiran namanya tersenyum kecil dan cantik

Saat itu aku mulai merenung seolah aku mendapatkan sambutan dari Karen

Dan aku pun mulai berbicara sendiri..



“hei.. uda sejak lama 10 tahun lamanya, aku ga pernah lihat kamu.. sekarang aku datang untuk kamu. Maaf sibuk di kantor baru , jadi di hari ini aku datang untuk pamitan.. oh ya ini bunga yang kamu suka aku bawakan.. mawar merah !! harum banget.. dan ini

surat

cinta yang pernah kita tulis hehehe..

surat

ini sudah ku bawa ke negeri impian kamu dan aku tanamkan di sebuah salju putih sesuai pinta kamu.. besok aku mulai tugas diluar

kota

.. ntah sampe kapan kembali, aku cinta pekerjaan aku saat ini tapi andai aku kembali pasti aku bawakan bunga yang banyak..itu janjiku untuk kamu Karen.. istirahat dengan tenang ya..!”



Pembicaraanku berakhir dengan sebuah air mata yang tak ku sadari terhapus oleh lenganku. Dan aku pun harus pergi., dibalik jauh dari makam Karen, seorang wanita yang tak kusadari berdiri . namun tak kusadarin. Ketika aku beranjak pergi, wanita itu menghampirin makan Karen, dan kemudian terduduk juga dengan sebuah bunga mawar merah sama seperti yang aku bawakan.



“kak.. “ ujar gadis itu dengan senyuman

“dia telah kembali namun terlambat ketika aku menunggunya, sekarang yang tersisa hanya dirimu yang selalu membuat nya teringat akan aku.. mungkin aku tidak bisa memberikan cinta padanya, tapi aku bisa menyampaikan pesan terakhir yang ingin kau berikan padanya..” ujar gadis yang tak lain adalah ELLEN



Hal yang tidak pernah kuduga selama ini adalah Ellen dan Karen adalah sepasang pasangan kembar yang terpisah. Aku sempat bingung dengan Karen ketika kecil dia hanya tinggal bersama ibunya. Namun sesungguhnya orang tua Karen telah bercerai, Karen ikut dengan ibunya ketika masih bayi dan Ellen ikut dengan ayahnya. Rahasia itu mulai terungkap ketika ellen berusia 17 tahun tepat ketika Karen meninggal. Walau terlambat untuk bertemu pasangan kembarnya namun kematian Karen sendiri membuat keluarga mereka kembali bersama.

Ellen muda tumbuh menjadi dewasa dan suatu ketika ia membuka kenang-kenangan dari Karen yang tersisa dan melihat fotoku bersama Karen. Sejak itu dia mulai mencari tahu siapa aku , dari informasi yang ia dapat tentang aku, Ellen tau kalau Karen tidak pernah putus denganku. Cinta kami tidak mati dan terambang hingga tanpa batas , dan hal itu membuatku frustasi hingga pergi meninggalkan negerinya.

Ellen berjanji untuk membuat cinta hidup kembali namun terlambat ketika aku benar benar telah pergi, dia pun menunggu hingga batas waktu yang tak terduga. Dan tanpa kepastian kapan aku pulang dia menemukan belahan jiwanya. Namun ellen mulai menyadari aku telah kembali saat pertemuan di lift itu, wajahku secara naluri batinnya membuatnya terbawa oleh perasaan Karen , dan hatinya berkecamuk antara mengembalikan cinta Karen atau mengorbankan cintanya.



Dan ellen pun memberikan aku sebuah jawaban..



Aku tidak akan pernah bisa hidup dengan bayangan selamanya,. Hidupku akan selalu berjalan dan harus terus berjalan , dan pesan yang disampaikan Karen dalam mimpiku salama ini adalah untuk melupakan senyumnya dan mencari hal lain yan tak akan bisa membuatku bahagia dengan bayangan.. cinta sejati..





Tamat…







cerpen ini kupersembahkan untukmu..