-->

djangan ditangkap yach....!!!

Jumat, 30 Desember 2011

Dunia di Balik hatimu ♥

Di sebuah rumah sakit.

Seorang kakak sedang menunggu adiknya yang sedang terbaring, sang kakak terus menangis melihat keadaannya. Sang adik mengalamin kecelakaan sehingga mengalami pendarahan yang cukup parah. Ia kekurangan jenis golongan darah yang sangat sulit didapatkan. Sedangkan sang kakak memiliki golongan darah yang berbeda, mereka hanya seorang yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya.

Sang kakak hanya bisa menangis berharap segera menemukan golongan darah yang bisa segera menyelamatkan nyawa adiknya. Berbagai cara telah ia lakukan melalui yayasan dan media

massa

. Namun nihil hasilnya dan kini hanya bisa menunggu detik detik dimana adiknya bisa meninggal kapan saja. Saat sang kakak menangis, seorang suster datang dengan cepat mengatakan sebuah berita gembira ada seseorang yang mau mendonorkan darahnya. Pria itu bernama alwin.

Sumbangan darah itu sangat berarti untuk Yunmin, nyawa sang adik akhirnya dapat tertolong. Yunmin mencari sang donor yang masih dalam perawatan sang suster karena baru saja kehilangan darah cukup banyak. Yunmin menemui pria itu, ia ingin berterima kasih karena pertolongannya.

“terima kasih telah menolong adik saya. Ntah apa yang terjadi bila tidak ada anda?” ujar Yunmin

“oh tidak apa apa. Kebetulan saya lewat rumah sakit ini dan mendengar dari radio, jadi tidak ada masalah!”

“suatu saat saya akan mengorbankan apapun untuk anda.. ini sumpah saya, terima kasih tuan. Nama saya Yunmin. Ingat nama itu !” ucap Yunmin

“Yunmin.. ok ok.. saya Alwin.. sekarang saya harus pergi , terima kasih” ujarnya Alwin kemudian pergi meninggalkan rumah sakit.

Yunmin tidak akan pernah melupakan orang yang telah menyelamatkan nyawa adiknya. Dia hanya bisa berdoa orang itu menjadi orang yang di berkatin karena kebaikannya. Sedangkan Alwin harus terburu buru pergi menuju lapangan basket. Ia sedang mengikuti sebuah pertandingan liga basket. Dia tidak menyadari tubuhnya terlalu lemah untuk melanjutkan sebuah pertandingan, Namun ia terus memaksa.

6pertandingan pada awalnya berjalan dengan baik, namun pada menit ke 58, Alwin mengalamin sedikit gangguan masalah. Ia mulai mengalami sedikit lemas dan memaksa untuk melompat mencetak point. Ia memang berhasil mendapatkan point dari tembakan bolanya namun ia terjatuh dan kepalanya menabrak sudut panjang papan sponsor . dan semua orang terkejut dengan kejadian itu kemudian membawa Alwin

Seminggu kemudian.

Alwin tidak akan pernah menduga hidupnya akan berubah, akibat kecelakaan tersebut. Ia mengalamin kebutaan karena matanya mengalami benturan keras. Hidupnya seperti sebuah kegelapan saat ini, semua orang mencoba menghiburnya namun baginya hiburan tersebut tidak akan mengembalikan matanya untuk melihat.

Ia akan merindukan ketika ia bermain basket. Dan ia akan juga merindukan saat ia bisa melihat matahari pagi dan munculnya pelangi ketika hujan telah berakhir. Hidupnya kini berubah dari kehidupannya yang normal. Kini ia menjadi cacat, tidak ada pilihan lain untuknya selain menerima keadaan, ia hanya bisa termenung sendirian dan menutup dirinya dari semua orang yang akan melihatnya sebagai orang cacat.

Suatu ketika setelah ia bisa melewatin masa masa sulitnya, ia mulai berani untuk berjalan keluar bersama anjing tersayangnya. Namun ia menutup matanya dengan sebuah kacamata. Ia merindukan sebuah pantai yang indah, ketika ia bisa menikmatin cahaya sore hari dengan begitu indahnya. Dan mereka pun pergi menuju pantai disekitar rumahnya yang memang dekat dengan pantai.

Alwin berjalan dengan anjingnya .hingga sebuah bola volley yang sedang di mainkan oleh sekelompok orang terjatuh di sekitarnya. Mereka memanggil Alwin untuk melempar bola. Namun Alwin tidak bisa melihat dimana bola berada. Seorang wanita yang berada disekitar Alwin kemudian mendekatin Alwin untuk memberikan bola kemudian mendekatin Alwin . Alwin berhasil menemukan bola itu dan melemparnya. Namun wanita itu hanya terdiam dan terus memperhatikan Alwin, seolah wanita itu pernah melihat Alwin sebelumnya.

“maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya wanita itu pada Alwin

“ehm.. maaf saya tidak tau..!” ujar Alwin yang menghindar

“tunggu.. saya yakin pernah melihat anda. Tapi dimana itu saya lupa?” balas wanita itu

4alwin terburu buru menghindar dari wanita itu dan terjatuh sehingga kacamatanya terlepas kemudian ia meraba raba mencari kacamata hitamnya dan wanita itu segera membantu Alwin. Wanita itu menyadarin Alwin adalah seorang tunanetra. Dan segera meminta maaf

“maaf saya tidak tau anda…!”ujar wanita itu

“gapapa.. bisa biarkan saya pergi!”

“iya silakan…”

wanita itu terus berpikir akan sosok pria itu dan hingga ia menyadari satu hal yang nyaris terlewat dalam hidupnya. Pria buta itu adalah orang yang mendonorkan darah pada adiknya. Wanita itu adalah Yunmin dan pria itu adalah Alwin yang yang akan selalu ia ingat namanya.

Suatu pertanyaan yang besar dalam hati Yunmin melihat keadaan Alwin yang telah berubah. Walau mungkin Alwin tidak akan pernah mengenalin Yunmin tapi dalam hati Yunmin Alwin adalah orang yang telah menyelamatkan hidup adiknya.

Yunmin pun mencari Alwin setiap harinya di pantai itu. Dan ia berhasil menemukan Alwin yang sedang terduduk bersama sang anjing. Ia mendekatin Alwin sambil membawakan sepotong eskrim di cuaca pantai yang panas.

Agnese_1 “hei.. sedang duduk sendirian ya?” tanya Yunmin dan Alwin hanya terdiam

“ehm.. maaf kalau menganggu , tapi saya Cuma mau kasih kamu eskrim , cuaca hari ini panas,eskrim bisa bikin kamu sedikit segar” tawar Yunmin

“kasih saja ke anjing saya. Saya ga butuh !” ujar Alwin kasar

“oh.. maaf kalau anda jadi terganggu!” ujar Yunmin

dan Yunmin hanya terdiam sambil menikmati eskrimnya didekat Alwin,dan Alwin merasa terganggu dengan adanya Yunmin

“nona.. bisa kah anda tidak berada disini, saya memang buta. Tapi saya masih bisa merasakan anda disana!” ujar Alwin

“oh.. maaf saya Cuma berusaha untuk berteman dengan anda, apakah saya tidak layak menjadi teman anda!”

“teman. Hehehe. Di dunia saya hanya ada sebuah titik hitam. Tidak ada yang bernama teman!” ujar Alwin

“kamu salah.. titik hitam itu akan menjadi berwarna ketika kamu bisa merasakan dengan orang lain. Tidak seperti saat ini yang seperti menutup diri kamu!” jelas Yunmin

“kamu jangan sok tau.. yang merasakan saya. Jadi coba kamu rasakan saja bagaimana hidup kamu tanpa warna.”

“saya memang tidak bisa merasakan keadaan itu tapi saya bisa menjadi warna untuk kamu!” jelas Yunmin

Alwin tersontak dengan kata kata Yunmin barusan dan terdiam..

“siapa nama kamu ?”tanya Alwin

“saya Yunmin.. “ ujar Yunmin

“oh.. saya Alwin.. terima kasih atas eskrimnya , keliatannya anjing saya suka!” jelas Alwin

“anda benar tidak merasa pernah mendengar nama saya!” tanya Alwin

“tidak. Emang kenapa!? “

“oh gapapa.. kalau anjing kamu suka eskirim. Maka setiap hari saya akan membawakan eskrim untuk dia. Dan kalau kamu mau ,Aku juga bisa bawakan!” tawar Yunmin

“terima kasih.. saya akan coba suatu saat!”

Yunmin menyadarin satu hal kalau Alwin tidak mungkin mengingat namanya, sebab kejadian donor pada saat itu berlangsung cepat dan telah terjadi 2 tahun lalu. Sekarang bahkan adik Yunmin , henda telah kuliah, dan Yunmin sendiri bekerja sebagai seorang marketing.

Hari selanjutnya menjadi saat saat dimana Yunmin berusaha mendekatin Alwin. Ia berusaha bertahan terhadap kata kata kasar dari Alwin padanyal. Ia hanya berusaha untuk mengerti keadaan Alwin. Sebab ia pernah berhutang budi terhadap Alwin. Hari demi hari dilewatin dan Alwin mulai terbiasa dengan adanya Yunmin. Mereka menjadi sering berjalan bersama. Yunmin pun senang karena Alwin mulai bisa menerimanya.

Kedekatan yang terjalin diantara mereka membuat sebuah perasaan mendalam diantara mereka. Walau Alwin menjadi cacat karena matanya. Yunmin tidak pernah peduli, baginya Alwin adalah sosok yang paling ia kagumin. Sedangkan Alwin berusaha terbuka pada Yunmin karena kesabaran hatinya menenamin dirinya.

Hingga di suatu saat di sebuah pantai mereka terduduk bersama.

03_1“Yunmin.. kamu telah hadir dalam hidup Aku dan membuat Aku terbuka. Mengapa?” tanya Alwin

“hehe tidak ada alasan apapun selain Aku bahagia bersama kamu!”

“maksud kamu” tanya Alwin

“melihat kamu ceria dan bisa tertawa seuatu kepuasan batin yang luar biasa untuk Aku “ jawaban Yunmin yang membuat Alwin terharu

“andai saja Aku bisa melihat wajah kamu Yunmin, Aku pasti akan mencium dan berterima kasih!” ujar Alwin

“kamu ga perlu berterima kasih sama Aku, tapi Aku yang berterima kasih sama kamu karena kamu orang yang telah merubah hidup Aku “

“hehe merubah hidup kamu bersama si buta ya” ledek Alwin

“ga kok.. buat Aku kamu tidak lah buta. Hati kamu terang dan indah untuk di lukiskan”

mereka hanya saling berbicara dan satu hal yang sulit dan ingin dikatakan Yunmin kalau Alwin adalah orang yang telah menyelamatkan adiknya, Yunmin tidak mau kedekatan yang ia lakukan hanya dianggap sebagai balas budi. Ia ingin Alwin tau ia sangat ikhlas menjadi teman setianya sampe matipun. Tanpa melihat sejarah masa lalu.

Suatu ketika hujan turun dan mereka berteduh untuk sesaat disebuah tempat.

“Yunmin kamu tau.. ketika dulu hujan Aku paling suka. Tapi sekarang rasanya Aku paling benci” jelas Alwin

“kenapa kamu bilang gitu Alwin?”

“ia karena ketika hujan Aku paling tidak tau kemana Aku harus menepi. Dan hujan seolah menertawakan Aku. Dan satu lagi. Hujan tidak pernah membuat Aku tenang. Karena Aku akan merindukan sebuah pelangi?” jelas Alwin

“pelangi.. pengan Aku Alwin?” ujar Yunmin merangkul tangan Alwin

“rasakan di hati Aku ini.. ?” ujar Yunmin yang membuat Alwin bingung

“Aku rasa kamu lebih tau apa yang lebih Aku bisa rasakan!!? “ tanya Yunmin

“Aku ga ngerti.. apa sih maksud kamu?”

“Aku memiliki sebuah pelangi di hati ini. dan hanya kamu bisa rasakan Alwin.?”

“maksud kamu?” tanya Alwin

“ini adalah pelangi cinta yang dengan turus akan selalu bersama kamu”

“kamu jangan bodoh Yunmin kamu akan sensara mencintai seorang pria buta tak berguna untuk kamu?” jelas Alwin

“tidak. Buat Aku . kamu dalam keadaan apapun adalah pelangi untuk Aku!” ujar Yunmin dan Alwin pun terharu sambil berucap

“Yunmin.. andai Aku bisa melihat.. Aku akan bersumpah untuk menikahin kamu dan membuat kamu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini!!” janji Alwin

“sungguhkan Alwin.. bisakah Aku percaya akan kata kata ini!| tanya Yunmin

“ini adalah sumpahku diatas hujan bila Aku berbohong bila petir membuat Aku mati tak berdaya..!”

“terima kasih Alwin.. terima kasih telah berjanji satu hal untuk Aku!” jelas Yunmin dengan sebuah air mata terharu akan kebesaran hati Alwin.

Hari itu dilewatkan Yunmin dengan sebuah kebahagian dan sebuah keputusan besar. Yunmin bertemu dengan adiknya untuk mengatakan satu hal yang membuat adiknya kaget. Namun penjelasan Yunmin membuat adiknya hanya bisa menangis untuk tidak bisa berbuat apa apa. Yunmin menitipkan sebuah pesan untuk adiknya bila suatu saat Alwin mencarinya.

Hari sejak itu . Yunmin menghilang dalam hidup Alwin. Alwin merasa sangat kehilangan sosok Yunmin dalam hatinya. Namun ia mendapatkan sebuah berita baik untuknya. Seseorang telah bersedia mendonorkan matanya untuk Alwin. Alwin pun bahagia ia kini bisa melihat Yunmin. Yunmin yang ntah kemana, ia tidak peduli dan menjadi sangat baik sehingga suatu ketika Yunmin kembali ia akan memberikan sebuah kejutan ia telah bisa melihat.

Operasi untuk membuat Alwin bisa melihat berhasil. Alwin bisa melihat kembali. Dan ia mulai melakukan hal yang tidak pernah bisa ia lakukan. Dunianya seolah telah kembali. Basket dan teman temanya telah kembali dalam hidupnya. Namun ada satu hal yang membuat dunianya itu terasa kurang.

Yunmin menghilang dan tidak pernah kembali.

Kekarutan hatinya tidak bisa ia tahan. Dengan berbagai informasi ia berhasil mendapatkan alamat dan rumah Yunmin. Alwin tiba di rumah Yunmin dan mengetuk pintu. Ia terkejut dengan seorang wanita yang berjalan dengan tongkat secara perlahan..

“anda cari siapa tuan?” tanya yunmin

“saya mencari Yunmin..?” ujar Alwin

“Alwin.. ini suara Alwin.. Aku ingat ini kamu Alwin.. akhirnya kamu mencari Aku..” ujar Yunmin bahagia ketika melihat Alwin mencarinya

“tapi.. mengapa kamu ..?” ujar Alwin

“oh.. Aku .. Aku mengalamin kecelakaan kecil sehingga menjadi buta. Win..maaf membuat kamu mencari?” jelas Yunmin

“Yunmin.. maaf .. Aku tidak mencari kamu karena Aku pikir kamu lagi sibuk..” jelas Alwin

“Alwin.. apakah kamu kemari untuk melamar Aku.,.:?” tanya Yunmin polos

“Yunmin.. mungkin sebaiknya Aku jujur sama kamu. Aku pernah merasakan dunia hitam. Aku traouma dengan semua itu. Tanpa Aku sadarin keadaan kamu telah membuat Aku menjadi takut.. Aku tidak mungkin bisa melamar masa laluku untuk kembali?” jelas Alwin

“tapi.. kamu telah janji sama Aku untuk melamar Aku ketika kamu bisa melihat kembali?” tanya Yunmin

“sungguh maaf Yunmin.. Aku meralat janji Aku pada kamu.. Aku harus pergi saat ini!”

“jangan pergi Alwin.. jangan pergi. Izinkan sebentar saja Aku untuk memeluk kamu!”

“baiklah.. “

Yunmin memeluk Alwin dengan sebuah pelukan penuh tangis. Alwin seolah buta dengan hatinya. Ia telah melanggar sumpahnya dengan sebuah penghianatan. Ia memang bisa melihat dan tidaklah menjadi buta. Namun kini hatinya telah buta oleh warna. Kini buatnya Yunmin hanyalah sebuah masa lalu yang ia ingin Luka_1lupakan . dan pelukan ini akan menjadi akhir segalanya. Akhir dari masa lalu. Diantara pelukan itu Yunmin berkata

“Aku tidak akan pernah marah ketika kamu memang harus pergi , Aku sadar dunia hitam terlalu menyakitkan untuk diingat. Aku akan ikhlas bila kamu ingin bersama warna lain di hati kamu. Tapi Aku hanya bisa berkata. Aku sangat berterima kasih terhadap apa yang telah ada dan selamanya akan Aku tanam dalam hati Aku untuk kamu. Selamanya akan menjadi abadi”

kata kata itu menjadi hal terakhir diantara pertemuan mereka. Setelah itu Alwin pergi dan tak pernah kembali untuk melihat Yunmin. Yunmin tidak pernah marah dan membenci terhadap sikap Alwin. Hidup Yunmin hanya bersama sebuah tongkat setia di tangannya. Namun tongkat itu harus melayang setinggi langit ketika sebuah mobil menabrak Yunmin. Dan membawa Yunmin menuju langit untuk tinggal bersama warna pelangi.

Henda_2 Alwin telah bahagia dengan hidupnya. Ia kembali menjadi raja di lapangan basket. Dan menjadi juara diantara wanita. Suatu ketika sehabis bermain basket seorang pria muncul untuk memberikan sebuah

surat

untuknya.



surat

apa ini..?”tanya Alwin

“ini

surat

dari kakak saya Yunmin.. ?” ujar henda

“Yunmin.. saya ga kenal sama Yunmin.. serius kamu salah orang ya?”

“mungkin tidak akan pernah mengenal siapa Yunmin.. tapi mata kamu tidak akan pernah saya lupakan .. mata yang telah menjaga hidup saya hingga saya dewasa sekarang”

“uda deh .. sebaiknya kamu pergi , tinggalin

surat

itu disana,saya baca kalau sempat?!” jelas Alwin

“ok terserah kamu.. kakak uda pergi untuk salamanya,semoga dia tidak pernah menyesal telah melakukan satu hal untu kamu?”

Alwin kaget ketika mendengar kalimat kalimat itu, namun ia tetap bersih keras tidak mengakui Yunmin. Ia sadar Yunmin telah meninggal. Dan ketika ia membuka

surat

itu ia pun membaca dengan sebuah air mata yang terlambat ia tumpahkan..

Agnes_lie “ketika kamu membuka

surat

ini . Aku percaya ketika itu sebuah warna dunia telah terlukis untuk kamu. Aku tidak pernah bisa memberikan apapun untuk hidup kamu selain hanya menjadi pelangi dalam hati kamu, dan sebuah cahaya dalam hati kamu. Namun setidaknya mataku bisa membuka dan membuat dunia kamu kembali bersinar atas nama cinta.. “

Alwin menangis dan menyesal ketika ia terlambat tau semua itu..

Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar