-->

djangan ditangkap yach....!!!

Minggu, 05 Februari 2012

jiwa yang terlupakan



2012

Jiwa yang terlupakan

Kamril Eyul Duhri



[sosok kehidupan aku]
Diriku hanyalah seorang manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. bukan hidup jika langkah tak memiliki arah dan tujuan, belajarlah dari kesalahan dan kegagalan, janganlah pernah menganggap itu semua sudah berakhir












index5.jpeg 






















Dari selembar daun dapat meneduhkan dari beberapa makhluk hidup , dari panas dan dinginnya air hujan. Tapi hanya sekali tiupan angin kencang yang akan menerbangkan daun itu, dan akhirnya panas menyengat tubuh, dan dinginnya air hujan menggigilkan tubuh. Dari sebait kata yang penuh dengan kejujuran dapat menopang beribu kepercayaan. Namun sepatah kata yang fitah dapat menghapus semua kepercayaan yang pernah terbuat oleh kejujuran.
Selangkah dari hidup ini dapat menciptakan bahagia dan derita. Dari pembelajaran yang pernah terlewati jangan sampai terulang lagi. Biarkanlah yang berlalu menjadi masa lalu, yang berlalu jangan pernah terungkit lagi. Tapi anggaplah yang berlalu itu adalah sebuah pembelajaran hidup untuk mencapai masa depan cerah.
Mempercayai seseorang tidaklah gampang, tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dan begitupun sebaliknya membuat orang mempercayai diri tidaklah gampang, tidak segampang meniup debu pada meja. Namun semua itu ada jalannya yang telah ditentukan oleh sang maha kuasa. Jalanilah apa yang menjadi atau  apa yang timbul dalam benak.

Sering kali aku melantunkan kata maaf, tapi kau hiraukan. Selama aku menyesali kesalahan yang aku perbuat saat itu. Tidak henti-hentinya aku memohon maaf sama kamu. Karena aku merasa bagaimana bila aku yang diperlakukan seperti yang aku lakukan sama kamu. Bagaimana persaanku.?. Jadi aku tidak henti-hentinya memohon maaf sama kamu, karena aku merasa bersalah besar, dan aku merasa bahwa aku berdosa besar.
Hatiku tidak pernah tenang selama aku belum dimaafkan. Jika aku membuat kesal dalam hari-harimu, katakanlah yang sejujurnya kepadaku, agar aku tahu bahwa aku salah langkah lagi. Aku merasakan hidup ini bagaikan permainan catur yang memiliki aturan permainan. Kapan akan terjadi salah langkah, maka ada kesulitan yang akan terlalui. Untuk memperbaiki kesalahan itu tidaklah gampang, tidak segampang membalikkan telapak tangan. Begitupun aku yang membuat kesalahan sama kamu, aku ingin kesalahan aku ini dimaafkan dan kesalahan aku ini ingin aku jadikan jalan pembelajaran. Tapi aku tidak ingin melakukannya lagi, tapi aku hanya mengambil hikmahnya saja.
Bila bisa terhitung kata maaf yang aku lantunkan, mungkin bisa dikatakan 1000 Kata Maaf Aku Lantunkan Untukmu. Sebenarnya tiada gunanya memohon maaf bila kesalahan yang digoreskan benar-benar dalam. Tapi tidak ada salahnya melantunkan kata maaf, karena kita mencari celah dimana kata maaf ini diterima. Mungkin ini tidak ada salahnya bila aku memohon maaf lewat dunia maya, agar semua orang tahu kalu aku punya salah sama kau “HARLINA”. Dan melalui tulisanku ini didunia maya aku memohon maaf lagi. Karena aku takut kau tidak percaya bahwa aku benar-benar menyesali kesalahanku yang sebenarnya. Aku harap mulai saat ini kau bisa percaya sama aku. Dan aku pun mempercayaimu melebihi kau mempercayaiku.
Semoga kau “HARLINA” mau memaafkan aku yang pernah. Menggoreskan luka dalam hatimu itu.Dan kembali mempercayai akuSeperti aku mempercayaimu.
Dalam langkah yang penuh dengan keringat panas membasahi tubuh, terdengar jeritan yang tidak begitu nyata terdengar oleh telinga. Selangkah demi selangkah terlalui ternyata jeritan itu makin nyata, ternyata jeritan itu berasal dari hati yang merindu akan kasih yang jauh darinya. Raga mencoba mencari celah untuk temui kasih yang jauh disana. Tapi entah mengapa celah itu pun tidak terlihat juga. Sampai disuatu hari yang begitu indah dan mengingatkan moment dengan kasih yang jauh disana. Tiba-tiba ada kabar yang menembus jaringan sebuah kartu GSM. Yang isinya “mungkin waktu yang meminta jarak agar kita tidak saling jumpa, dan hati ini tidak mampu menahan lagi kelamnya rindu yang menusuk jiwa dengan pedang sukmanya yang begitu tajam. Akhirnya hati memutuskan menirim kata ini agar hati yang dirindu bisa menerima keputusan hati ini. Bahwa hati ini tidak mampu lagi menjalin hubungan jarak jauh. Hati memohon maaf dengan tulus kalau hati ini membentuk luka yang dalam.”
Hati yang merindu disini merasa bahwa harus mengalah, dan mau diapalagi kalau hubungan ini harus terputus sampai disini. Hati yang disini membalas kabar dari kartu GSM itu “sesungguhnya hati ini tidak mampu menerima keputusan hati yang jauh disana, tapi kalau memang sudah ada hati lain yang kau temukan disana. Apalah daya hati ini walau susah untuk melepaskan hati yang disana, namun hati yang merindu dikejauhan sana yang meminta. Tidak ada daya dan upaya lagi yang bisa dilakukan hati ini, kecuali merelakan dan menerima keputusan hati yang jauh disana.” Walaupun hati merasa sedih, harusnya pasrah dan harus merelakan kepergiannya.
Hati disini tidak pernah merasa bahwa cuma hati disana yang terbaik, “tidak” kata hati yang disini. Hati yang disini akan mencari penggantinya yang bisa menjadi pendampingnya selama ia bernafas, bahkan sampai diakhirat nantinya.
Melangkah dan terus melangkah hati disini telah temukan pengganti hati yang disana, hati yang dia temukan itu ramah, rajin, pintar, soleha dan penurut. Hati disini  mencoba mendekati hati itu, namun ia malu karena hati itu begitu cantik dan menawan. Awalnya hati disini tidak mendekatinya. Hati disini mencari celah waktu yang tepat dan berpanorama yang menawan agar hati itu luluh nantinya.
Menanti dan terus menanti waktu yang tepat akhirnya terwujud juga. Diwaktu yang dinanti-nanti oleh hati disini dating juga, dan hati yang idamankan itu ternyata datangnya tepat waktu. Hati disini menyapa hati itu dengan sapaan yang begitu lembut seperti suara yang malu-malu dengan getaran suara yang berisi “apakah hati ini bisa singgah berteduh dibawah rindangnya hatimu itu.?” . Hati itu menjawab dengan suara yang begitu lembut “hati ini menerima hatimu untuk berteduh dibwah hatiku ini,dengan senang dan bahagia”. Hati dsini membalasnya “dengan sejuta rasa terima kasih hati ini lantunkan untukmu, agar terjalin sebuah ikatan yang tidak akan putus oleh jarak, waktu dan usia, apakah hatimu siap menerima permintaan hati ini…?” Hati itu pun membalas ucapan hati disini denga nada yang serius “ iyya…hati ini tulus menerima permintaan hatimu, bila hatimu bisa melengkapi hatiku dengan katulusan, kejujuran, dan kasih sayang.” Hatipun menerimanya “insya allah, bila sang maha kuasa menkehendaki akan terlalui oleh hatiku ini dengan setulusnya, walau rintangan membentang asalkan hatimu siap mendampingi hatiku untuk melaluinya. Akan terlewati dengan mulus semulus minyak yang dimasukkan kedalam selang yang tidak tersumbat.” Hati itu membalasnya dengan ucapan “terima kasih banyak karena hatimu siap menjaga hatiku yang sekian lama menantikan kehadiran hati yang akan menjaganya hingga akhir zaman bahkan sampai akhirat nantinya.”
Berjanlah hati disini dengan hati itu sampai beberapa waktu. Dan entah mengapa hati disini bertanya-tanya dengan bisiknya jiwa. Tapi tanya itu tidak terhiraukan dan dibiarkan saja tanya itu terus berbertanya, sampai pada waktu yang begitu indah selama kebersamaan hati disini dengan hati itu, mengapa tanya itu muncul lagi dan lagi, isi dalam tanya itu “mengapa harus percaya pada hati itu,? Mengapa tergiur dengan kekaleman hati itu,? Mangapa harus jalan dengan hati itu,? Apakah hati disini tidak ingat kalau ada hati yang mrnantikan hati disini disuatu tempat yang begitu megah indah dan menggiurkan para hati yang lain, namun tempat itu adalah tempat hati disini dengan hati yang menanti disana.? Hati disini pun bingung tidak menentu siapakah hati yang dimaksud jiwa hati ini.?
Terkadan langkah akan terhenti oleh sang waktu yang melintasi dentang hari ini. Sulit terbayangkan oleh jiwa yang lelah melalaui hari penuh liku. Sabar hanya itu yang bisa menenangkan jiwa yang membara karena rindu. Begitu sulit hidup dirantau, tapi itu harus terjalani dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Hidup bagaikan waktu yang terus bergulir tiada hentinya. Susah, senang atau bahagia, sedih itu merupakan awal dari kehidupan senja. Senja adalah hidup dimana susah dan senang telah terlewati, yang dilakukan kini tinggal menghadapkan/mendekatkan diri pada yang kuasa, karena susah dan senang kini tertelan oleh usia yang makin hari makin tua.
Serasa ingin pulang kesisi yang maha kuasa tapi malu karena jiwa penuh dosa. Tapi jika tidak pulang jiwa ini rindu pada yang maha kuasa, karena keindahan surganya. Sabarlah wahai jiwa yang merindu akan keindahan surga yang maha kuasa. Kumpulkanlah amalmu dan hapuslah dosa-dosamu yang bisa menjerumuskan jiwa kedalam panasnya api neraka yang rindunya membara pada jiwa-jiwa yang sesat dari jalan sang maha kuasa.
Suasana jiwa semakin timbul kesedihan yang begitu dalam, karena raga tidak peduli apa yang dilarangkan oleh sang maha kuasa. Raga merajalela dengan keinginannya yang dirasuki oleh setan yang tidak kenal kepedihan. Mungkin bisa ditaksirkan jiwa-jiwa yang sesat didunia ini mungkin mencapai 80%. Dan yang 20% itupun belum tentu bersih jernih. Banyak manusia merasa dirinya yang paling hebat, yang paling sempurna, karena keandaiannya ia sombong dan tidak pernah mencoba kembali berfikir ke yang paling bawah, dia hanya berfikir kalau dirinyalah yang paling sempurna. Tapi dia tidak fikir siapa yang menciptakan alam semesta ini, sebenarnya kesempurnaan hanya sang pencipta alam semesata ini yang memiliki kesempurnaan yang paling sempurna. Kita sebagai manusia hanya melakukan sesuatu dengan cara yang sempurna tapi itupun belum tentu sempurna.
Serasa jiwa ingin pulang kesisi yang maha kuasa namun malu karena tingkah laku raga. Tapi bila tidak pulang rindu akan merasuk semakin dalam dan tiada hentinya meminta jiwa kembali, itu dikarenakan tingkah laku raga yang sangat memalukan jiwa. Namun kesabaran jiwa tidak pernah berhenti bersabar. Sungguh malang jiwa ini karena raga.Wahai sesamaku sadarlah akan tingkah laku kita selama ini. Mari kita mendekatkan diri pada yang maha kuasa sebelum kita terlambat. Sebelum ajal melambaikan/memanggil kita untuk kembali. Kesisi tuhan yang maha kuasa segalanya. Manusia tak ada yang tau kapan akan tejadi kiamat, namun manusia selalu memprediksikan bahwa kiamat tak lama lagi dating temui kta semua. Tapi bagi aku kiamat itu akan tiba pada saat kita pada terlena akan apa yang terpajang indah. Namun haram bagi umat manusia tuk menyentuh keindahan itu, karena keindahan itu merupakan ujian bagi umat manusia tuk menggapainya. Walau keindahan itu benar-benar indah tak ada duanya, namun itu haram tuk di sentuh apalagi tuk dimiliki.
Wahai hamba sang maha kuasa taubatlah, jauhilah larangan sang maha kuasa, namun berdekat dirilah padanya. Jangan pernah berhenti memohon petunjuknya, agar engkau tidak tersesat menuju keindahan surga yang sebenarnya. Letakkanlah dan luruskanlah hatimu menuju kejalan yang benar.
Sang maha kuasa pernah bersabda pada rasul-rasulnya, “wahai engkau rasul-rasulku yang aku berikan mukhjizat, tunjukkan pada mereka yang tidak pernah percaya akan adanya siksa neraka, dan sampaikan kepada mereka, bila mereka berbuat baik maka aku akan membalasnya dengan nikmatnya surga, tapi bila mana mereka-mereka berbuat jahat/berbuat dosa maka aku akan membalasnya dengan panasnya api neraka jahannam. Maka dari itu tuntunlah ummatmu menuju jalan yang benar,dan ajarkan mereka bagaimana cara berbuat baik, dan menyembah padaku.”
Wahai para sahabat dan teman-teman semua yang pernah berbuat makhsiat/dosa, aku menghimbau kalian semua sadarlah sebelum usia mengakhiri umur ini. Lekaslah bertaubat sebelum engkau di shalati. Jangan sampai nanti kalian sudah tak mampu melakukannya baru mau taubat/sadar. Dan jangan pernah menyesal  ternyata selama aku hidup tak pernah berbuat kebajikan, karena bagimu itu tak ada gunanya. Menyesallah sebelum menjalaninya, karena yang sebenarnya penyesalan itu tak ada berada didepan, jadi, menyesal lebih awal itu memiliki makna yang begitu berarti dan bisa menuntun kita kejalan yang lurus.
Langkah demi langkah yang telah berlalu akhirnya aku temukan juga dia dalam kesepian hatinya, aku menyapanya dengan nada suara yang rendah. “hai… sedang apakah dikau disudut malam yang sunyi ini…?” tanyaku lewat celah cahaya. Dia hanya diam dan tersenyum malu seakan dirinya tak mau ditemui walau sebenarnya dia kelihatan happy. Mungkin dia lagi banyak problem dalm tiap langkah kakinya. Aku biarkan dia menyendiri di sudut gelap malam itu.
Keesokan harinya aku temui dia lagi di tepi pagi yang bermandikan cahaya mentari, aku berharap dia akan bicara dangan apa yang menjadi problem dalam langkahnya itu. Namun apa yang terjadi dia hanya membisu sepertinya tak mau berbagi problemnya padaku, mungkin dia takut akan apa yang akan aku lakukan pada problemnya itu. Aku hanya bisa sedih melihat dia tenggelam dalam problemnya sendiri. Anadai dia bicara apa yang menjadi penjanggal langkahnya itu, bisa atau tidak bisa membantunya mungkin ada sedikit masukan yang bisa aku berikan padanya, namun dia hanya diam, bagaimana aku bisa membantu atau memberikannya solusi kalau dia hanya diam saja.
Beribu waktu tyang telah aku lalui namun aku belum mampu menemukan problem apa yang menjanggal dalam hati si dia itu. Dalam sembah sujudku pada yang maha kuasa tak lain meminta petunjuk darinya, agar sang maha kuasa memberikan aku petunjuk ataupun jalan keluarnya. Tapi entah mengapa sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang diberikan oleh sang maha kuasa. Tapi tetap tabah dan tak pernah berhenti berdo’a padanya.
Dari selang waktu yang telah aku lalui bersamanya ternyata terjawab juga uneg-uneg aku selama ini. Ternyata si dia menjalin hubungan dengan sahabat aku sendiri. Kecewa memang aku kecewa tapi aku tetap tabah karena bagiku mungkin bukan dia yang pantas menjadi teman dalanm langkah kehidupan aku ini. Aku tak pernah berhenti memohon petunjuk dari yang maha kuasa, agar mempertemukan aku dengan sosok teman kehidupanku yang sebenarnya. Tak ada guna berharap bila tak ada benih yang ditanam. Tak ada guna meminta bila tak pernah memberi. Tak ada guna hidup bila tak ada misi yang tertanam. Tak ada guna mencari bila yang dicari belum pasti ada.




Picture5.jpg






MANTANKU

masih kah kau mengingatku
Aku kekasihmu yang dulu
Ingatkah kita bersama
Dam akhirnya kita berpisah
Aku akan menyayangimu
Meski kau tak jadi milikku
Aku akan mendo’akanmu
Agar kau s’lalu bahagia
Mantanku masih ingatkah kepadaku
Aku kekasihmu yang dulu
Aku cinta kamu
Mantanku jujur aku tak ingin kau jauh
Tapi mereka yang tak ingin kita bersama


Dalam derap langkahku kau selalu dalam ingatku, mungkinkah langkah ini bisa jumpa denganmu lagi. Walau kau disana sudah temukan yang terbaik untuk penjaga hatimu. Walau aku tahu kau sudah temukan, tapi hatiku tetap kau yang terindah. Mungkin aku tak bisa membahagiakan kamu waktu itu, tapi munkin hari ini dan esok aku bisa. Karena aku akan tetap jaga percayamu yang kau berikan padaku. Tapi bila kau tidak memberikan  percayamu, mungkin tidak ada lagi ruang hampa yang bisa aku tempati tepiskan rasaku, yang berkobar hanya untukmu. Hanya karenamu aku akan berubah. Seutuhnya hidup dan matiku, hanya kuserahkan pada rasa yang akan bersatu. Rasa itu adalah rasaku dan rasamu, dan tidak ada rasa yang lain yang bisa menggoyahkan rasaku ini, walau aku mencari dan tidak hentinya. Tapi rasaku tetap tertujuh hanya untukmu. Mungkin kau tidak percaya dengan apa yang aku tuliskan disini, tapi sejujurnya apa yang aku tulis disini itu merupakan isi hatiku.
Diderap langkahku yang tergetar dalam hatiku hanya ada satu nama yang selalu terucapkan hanya nama ini “HARLINA”. Aku selalu mencoba untuk mengganti nama itu tapi tidak bisa. Jadi aku mengabadikan ini dalam dunia maya, agar semua orang tahu bahwa aku benar-benar belum bisa menerima bahwa kau adalah mantanku. Bila kau mengijinkan aku mengubah kata mantan ini menjadi kata kekasih. Aku harap kau mengulurkan rasamu menggapai rasaku yang kini menanti uluran rasamu, bila kau tidak mengulurkan rasamu maka rasaku akan jatuh dan mati begitu saja. Bila rasaku mati maka cintaku tetap abadi hanya untukmu. Percayalah padaku, aku tidak akan kecewakan kamu lagi. Kekecewaan yang aku taburkan dulu itu merupakan jalan dimana cinta akan abadi kelak. Bila kau percaya padaku maka aku akan lebih percaya lagi padamu. Seiring waktu yang telah kita lalui tidak terasa sudah terlalu lama, bahkan melalui tahun. Tapi entah mengapa kau tetap terasa dekat dariku. Mungkin hubungan kita sekarang hanya sebatas kenalan saja. Tidak sama pada waktu pertama kita saling kenal. Tapi aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa melupakan kamu. Walau jarak kita begitu jauh, tidak pernah saling temu walau itu sedetik, apa lagi sampai sejam saling tatapnya. Tapi aku yakin hati yang merasakan siapa yang pantas dia pilih. Sampai saat ini hanya suara kita yang selalu terdengar melalui kecanggihan saat ini.
Aku melalui hari-hariku dengan sebaris doa. Dan aku mengungkapkan isi hatiku dengan ucapan maaf yang begitu tulus dari hatiku. Mengapa aku lakukan ini karena aku pernah mengecewakan kamu sebelumnya, dan kini aku ingin mengisi ruang hampa dalam hatiku dengan nama dan cinta kamu. Mungkin hal ini menurut kamu gila, tapi bagiku ini adalah jalan yang telah diberikan oleh yang maha kuasa. Kamu percaya atau tidaknya, aku tidak pernah memaksa bahwa kamu harus percaya. Harapanku semoga kamu bisa mempercayai aku, walau jarak kita terlalu jauh. Tapi hatiku seakan tiadak pernah merasakan jauhnya jarak kita saat ini.
Harapan aku saat ini semoga kamu mau mengisi ruang hampa dalam hatiku ini. Walaupun jarak kita jauh dan lama tidak jumpa. Tapi mungkin kamu sudah kenal siapa aku yang sebenarnya. Aku bukanlah jutawan bukan pula saudagar, tapi aku adalah manusia biasa yang tidak lepas dari tali kesalahan. Tapi tiap kesalahan pasti ada jalan untuk memperbaikinya.
Bukit indah yang pernah terdaki oleh persaan ternyata memiliki tebing terjal yang menjatuhkan perasaan ini. Baru terasa saat masalaluku kembali mengetuk hatiku yang lama diam dalam kesendiriannya. Kesedihan dan rasa kecewa memang tersa namun harus diapa itu sudah ketentuan yang maha kuasa. Aku hanya bias mengambilnya sebagai sampel kehidupanku untuk masa depan yang harus aku jalani dan yang aku tempuh saat ini.

Kesunyian yang dulu aku sembunyikan dalam hatiku kini terang kembali. Kilauan cahaya dari masa kiniku membuatnya tersa indah kembali, seakan kepedihan yang lalu hilang secara berlahan namun itu pasti. Berpegang teguh pada yang kuasa, agar jiwa tidak tersesat nantinya dimasa kini dan masadepan nantinya.

Siul burung kenari member makna keindahan dalam langkah. Sempat raga dan jiwa tak ingin bersatu kembali, namun hasrat berpegang teguh pada yang kuasa. Hidupku yang terambang masalau kembali berjalan dengan langkah yang tegar dan tak takut tersandung lagi. Bila aku takut tersandung maka makna hidupku tak ada lagi dimata yang maha kuasa.

Berbicara masalalu, masakini dan masadepan heruslah ada tiang penegak yang menjadi tumpuannya. Bila tiang itu tidak ada maka janganlah berani melangkah karena rasa nekat dan tidak takut tersandung. Bilamana tersandung nantinya tidak akan terbangunkan lagi untuk gapai masadepan yang menjadi isi dalam visi misi dan strategi kehidupan nantinya.
Terasa saat kau tinggalkan aku, betapa sedih terasa dalam jiwaku. Tapi aku tetap tabah menjalani hidup ini demi langkah masadepanku nantinya. Bukannya aku tak merindukan kamu, tapi aku tak ingin menjadi yang kedua melukai dan kau lukai. Hidup ini janganlah diibaratkan awan yang selalu berada diatas, tapi hidup ini bagaikan bulan dimalam hari. Kenapa aku mengatakan demikian..? karena hidup ini pernah dijalan yang rendah dan datar, pernah juga dijalan yang tinggi  namun berakhir pula dijalan yang rendah dan datar hingga lenyap tak tahu ujungnya dimana.
Kau kasih yang selalu memberiku semangat dalam tiap langkahku, namun dibalik semua itu kau hanya berpura-pura. Karena kau tak inginkan aku kecewa karena sikap dan sifatmu itu. Tapi lebih kecewanya aku, saat engkau ketahuan bahwa kau tak bias mencinta diriku, karena keadaanku. Tapi aku relakan kejadian ini terjadi padaku untuk saat ini, tapi lain kali aku akan berhindar dari apa yang akan datang nantinya. Hidupku akan terus mengalir seperti air. Aku tak akan tinggal dikentinggian gunung  yang akun hancurkan hidupku. Tapi aku akan berada didasar danau yang paling dalam. Aku akan biarkan hidupku tenggelam dalam air yang sesakkan nafasku. Tapi suatu saat nanti akan terapung dengan kebahagiaan yang menyambut penuh haru yang tak terhingga. Karena ketabahan hati menjalani hidup suatu saat pasti ada balasnya.
Sakit, itu yang dirasakan saat kita jatu pada cinta yang tak pernah menerima apa adanya. Tapi bila takut terjatuh pada cinta yang tak pernah menganggap kita ada. Kita tak akan pernah tahu bagaimanakah cinta itu sebenarnya. Begitupun dalam kehidupan, bila kita takut akan kesengsaraan menemani. Kita tak akan bisa merasakan betapa indahnya mencapai sebuah kesuksesan yang lama terpendam dalam jiwa.


Dulu kau pernah bilang kalau aku lelaki munafik,
Tapi bagiku saat kau mengatakan kalau aku lelaki munafik
Mungkin karena kamu kecewa, marah, atau emosi
Karena kelakuanku dan keangkuhanku ini. Aku harap semoga kau bisa mengerti maksudku yang sebenarnyaDihatiku tidak ada yang lain Selain dirimu…..!!!!!















RINDUKU SEBATAS SEMU

Mungkinkah kau hadir menemani sepi jelang senja
Diiringi gerimis menambah sendunya hati dalam kesendirian ini
Jika cinta tak dapat kau miliki maka janganlah kau bersedih
Jangan kau tangisi tapi bahagialah
Karena setiap cinta itu hilang
Pasti tidak  lama kemudian
Cinta itu akan dating kembali
Janganlah kau simpan dendam
Ketika kau tidak dapat memiliki
Namun sadarilah bahwa cinta
Tidak selamanya harus termiliki
Bila aku mencintaimu
Aku senangtiasa berfikir kebahagiaanmu
Kadangkala aku abaikan perasaanku sendiri
Bukan karena aku kejam pada diriku
Tapi karena aku saying sama kamu
Puisi cinta untuk teman

Rintihan hati ini hanya difahami
Jiwa yang mengerti karena sebening impian
Yang pernah dilukiskan kini semakin pudar warnanya
Sedang ilusi cinta yang diseret pilu
Semakin resah membisik lembut
Selirat kasih yang kian tercicir

Aku telah lama mengerti
Puisi cinta yang telah membawah aku terus berlari
Jauh dan terus jauh terlena dari alam relity ini

Aku jua telah lama mengerti
Puisi cinta memang indah dan mengasyikkan
Dan ia juga penawar
Pengobat segala duka dihati
Dari daki dunia dan rakusnya sifat insane-insan manusia

Puisi cintaku ini
Datanglah lagi kepadaku dengan segera
Dan bawalah aku pergi jauh dari alam relity ini
Bersama suatu instansi imaginasi
Kealam yang kekal abadi selamanya



                                                                                   


Terang tarik aku

Selangkah lagi kaki ini gapai kegelepan
Semenit lagi waktuku akan bersanding kesedihan
Akankah jiwa ini terbelengguh kesepian
Setelah jiwa tgerbelengguh kegelepan

Sedetik mundur dari langkah sebelumnya
Mungkin akan tercipta selembar bahagia
Dari rintisan cerita hidup yang penuh derita

Sehelai angin mengikat rindu dalam jiwa
Terpaku kesunyian tanpa kasih yang dicinta

Teriakan jiwa terdengar oleh alam
Terang tarik aku temui malam
Yang biasa aku duduk terdiam

Terang tarik aku tunaikan mimpiku
Dalam bahagia yang terbelengguh dalam jiwaku
Terang tarik aku temui kasiku
Yang jauh dari pandang mataku






aku pemujamu
ketika kau tertawa kupandang dengan pasti
olehmu  menarik hatiku
dan biarkan aku menatapmu dengan perasaanku
yang menggebuh tiada henti
andaikan engkau mangerti perasaanku saat ini
namun engkau tak mengerti itu…
aku pemujamu disini yang tak engkau kenali
sedikitpun sepercikpun
dan biarkan aku menatapmu dengan perasaanku
yang menggebuh tiada henti
andaikan engkau mangerti perasaanku saat ini
namun engkau tak mengerti itu…
menyusuri ruang hatimu yang tebak tak dapat kusentuh
semua ini hanyalah angan anganku yang terlalu jauh
andaikan engkau mangerti perasaanku saat ini
namun engkau tak mengerti itu…
menyusuri ruang hatimu yang tebak tak dapat kusentuh
semua ini hanyalah angan anganku yang terlalu jauh
tak adakah piling dirimu
saat aku mencoba merayu
semua ini hanyalah angan anganku yang terlalu jauh












lupakan masalalumu

sudah ku menyadari semua yang kau miliki
bahwa kau tlah memilih dia sbagai penggati
memang hatiku mencintai
memang hatiku menyayangi
tetapi ku tak berarti harus memilikimu selamanya
pergilah engkau kekasih kebalilah kepadanya
lupakan masalalumu saat kita bersama
semuanya telah berbeda hatiku terlanjur luka
tapi aku tak mengapa walau sedikit terluka
memang hatiku mencintai
memang hatiku menyayangi
tetapi ku tak berarti harus memilikimu selamanya
pergilah engkau kekasih kembalilah kepadanya
lupakan masalalumu saat kita bersama
semuanya telah berbeda hatiku terlanjur luka
tapi aku tak mengapa walau sedikit terluka
pergilah engkau kekasih kembalilah kepadanya
lupakan masalalumu saat kita bersama
semuanya telah berbeda hatiku terlanjur luka
tapi aku tak mengapa walau sedikit terluka










antara benci & pengorbanan

mungkin semua ini sudah takdirku
pacar yang ku saying selingkuh
tak habis fikir dia selingkuh
didepan mataku sendiri
mungkin semua ini sudah nasibku
kasih yang ku damba mendua
tak habis fikir dia mendua
dengan orang terdekat dariku
biarlah aku saja yang mengalah
demi kebahagiaan kalian
sudah suratan takdir diriku mencintai
tapi tak bisa dicinta
biarlah aku saja yang mengalah
demi kebahagiaan kalian
sudah suratan takdir diriku menyayangi
tapi tak bisa disayang
mungkin semua ini sudah nasibku
kasih yang ku damba mendua
tak habis fikir dia mendua
dengan orang terdekat dariku
biarlah aku saja yang mengalah
demi kebahagiaan kalian
sudah suratan takdir diriku mencintai
tapi tak bisa dicinta
biarlah aku saja yang mengalah
demi kebahagiaan kalian
sudah suratan takdir diriku menyayangi
tapi tak bisa disayang
biarlah aku saja yang mengalah
demi kebahagiaan kalian
sudah suratan takdir diriku mencintai
tapi tak bisa dicinta
biarlah aku saja yang mengalah
demi kebahagiaan kalian
sudah suratan takdir diriku menyayangi
tapi tak bisa disayangi lagi
tapi tak bisa dicintai lagi
tapi tak bisa disayangi lagi