2012
|
|
Jiwa yang terlupakan
Kamril
Eyul Duhri
|
[sosok kehidupan aku]
|
Diriku
hanyalah seorang manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. bukan hidup
jika langkah tak memiliki arah dan tujuan, belajarlah dari kesalahan dan
kegagalan, janganlah pernah menganggap itu semua sudah berakhir
|
Dari selembar daun dapat
meneduhkan dari beberapa makhluk hidup , dari panas dan dinginnya air hujan.
Tapi hanya sekali tiupan angin kencang yang akan menerbangkan daun itu, dan
akhirnya panas menyengat tubuh, dan dinginnya air hujan menggigilkan tubuh.
Dari sebait kata yang penuh dengan kejujuran dapat menopang beribu kepercayaan.
Namun sepatah kata yang fitah dapat menghapus semua kepercayaan yang pernah
terbuat oleh kejujuran.
Selangkah
dari hidup ini dapat menciptakan bahagia dan derita. Dari pembelajaran yang
pernah terlewati jangan sampai terulang lagi. Biarkanlah yang berlalu menjadi
masa lalu, yang berlalu jangan pernah terungkit lagi. Tapi anggaplah yang
berlalu itu adalah sebuah pembelajaran hidup untuk mencapai masa depan cerah.
Mempercayai
seseorang tidaklah gampang, tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dan
begitupun sebaliknya membuat orang mempercayai diri tidaklah gampang, tidak
segampang meniup debu pada meja. Namun semua itu ada jalannya yang telah
ditentukan oleh sang maha kuasa. Jalanilah apa yang menjadi atau apa yang timbul dalam benak.
Sering
kali aku melantunkan kata maaf, tapi kau hiraukan. Selama aku menyesali
kesalahan yang aku perbuat saat itu. Tidak henti-hentinya aku memohon maaf sama
kamu. Karena aku merasa bagaimana bila aku yang diperlakukan seperti yang aku
lakukan sama kamu. Bagaimana persaanku.?. Jadi aku tidak henti-hentinya memohon
maaf sama kamu, karena aku merasa bersalah besar, dan aku merasa bahwa aku
berdosa besar.
Hatiku
tidak pernah tenang selama aku belum dimaafkan. Jika aku membuat kesal dalam
hari-harimu, katakanlah yang sejujurnya kepadaku, agar aku tahu bahwa aku salah
langkah lagi. Aku merasakan hidup ini bagaikan permainan catur yang memiliki
aturan permainan. Kapan akan terjadi salah langkah, maka ada kesulitan yang
akan terlalui. Untuk memperbaiki kesalahan itu tidaklah gampang, tidak
segampang membalikkan telapak tangan. Begitupun aku yang membuat kesalahan sama
kamu, aku ingin kesalahan aku ini dimaafkan dan kesalahan aku ini ingin aku
jadikan jalan pembelajaran. Tapi aku tidak ingin melakukannya lagi, tapi aku
hanya mengambil hikmahnya saja.
Bila
bisa terhitung kata maaf yang aku lantunkan, mungkin bisa dikatakan 1000 Kata Maaf Aku Lantunkan Untukmu. Sebenarnya
tiada gunanya memohon maaf bila kesalahan yang digoreskan benar-benar dalam.
Tapi tidak ada salahnya melantunkan kata maaf, karena kita mencari celah dimana
kata maaf ini diterima. Mungkin ini tidak ada salahnya bila aku memohon maaf
lewat dunia maya, agar semua orang tahu kalu aku punya salah sama kau “HARLINA”. Dan melalui tulisanku ini
didunia maya aku memohon maaf lagi. Karena aku takut kau tidak percaya bahwa
aku benar-benar menyesali kesalahanku yang sebenarnya. Aku harap mulai saat ini
kau bisa percaya sama aku. Dan aku pun mempercayaimu melebihi kau
mempercayaiku.
Semoga
kau “HARLINA” mau memaafkan aku yang
pernah. Menggoreskan luka dalam hatimu itu.Dan kembali mempercayai akuSeperti
aku mempercayaimu.
Dalam
langkah yang penuh dengan keringat panas membasahi tubuh, terdengar jeritan
yang tidak begitu nyata terdengar oleh telinga. Selangkah demi selangkah
terlalui ternyata jeritan itu makin nyata, ternyata jeritan itu berasal dari
hati yang merindu akan kasih yang jauh darinya. Raga mencoba mencari celah
untuk temui kasih yang jauh disana. Tapi entah mengapa celah itu pun tidak
terlihat juga. Sampai disuatu hari yang begitu indah dan mengingatkan moment
dengan kasih yang jauh disana. Tiba-tiba ada kabar yang menembus jaringan
sebuah kartu GSM. Yang isinya “mungkin waktu yang meminta jarak agar kita tidak
saling jumpa, dan hati ini tidak mampu menahan lagi kelamnya rindu yang menusuk
jiwa dengan pedang sukmanya yang begitu tajam. Akhirnya hati memutuskan menirim
kata ini agar hati yang dirindu bisa menerima keputusan hati ini. Bahwa hati
ini tidak mampu lagi menjalin hubungan jarak jauh. Hati memohon maaf dengan
tulus kalau hati ini membentuk luka yang dalam.”
Hati
yang merindu disini merasa bahwa harus mengalah, dan mau diapalagi kalau
hubungan ini harus terputus sampai disini. Hati yang disini membalas kabar dari
kartu GSM itu “sesungguhnya hati ini tidak mampu menerima keputusan hati yang
jauh disana, tapi kalau memang sudah ada hati lain yang kau temukan disana.
Apalah daya hati ini walau susah untuk melepaskan hati yang disana, namun hati
yang merindu dikejauhan sana yang meminta. Tidak ada daya dan upaya lagi yang
bisa dilakukan hati ini, kecuali merelakan dan menerima keputusan hati yang
jauh disana.” Walaupun hati merasa sedih, harusnya pasrah dan harus merelakan
kepergiannya.
Hati
disini tidak pernah merasa bahwa cuma hati disana yang terbaik, “tidak” kata
hati yang disini. Hati yang disini akan mencari penggantinya yang bisa menjadi
pendampingnya selama ia bernafas, bahkan sampai diakhirat nantinya.
Melangkah
dan terus melangkah hati disini telah temukan pengganti hati yang disana, hati
yang dia temukan itu ramah, rajin, pintar, soleha dan penurut. Hati disini mencoba mendekati hati itu, namun ia malu
karena hati itu begitu cantik dan menawan. Awalnya hati disini tidak
mendekatinya. Hati disini mencari celah waktu yang tepat dan berpanorama yang
menawan agar hati itu luluh nantinya.
Menanti
dan terus menanti waktu yang tepat akhirnya terwujud juga. Diwaktu yang
dinanti-nanti oleh hati disini dating juga, dan hati yang idamankan itu
ternyata datangnya tepat waktu. Hati disini menyapa hati itu dengan sapaan yang
begitu lembut seperti suara yang malu-malu dengan getaran suara yang berisi
“apakah hati ini bisa singgah berteduh dibawah rindangnya hatimu itu.?” . Hati
itu menjawab dengan suara yang begitu lembut “hati ini menerima hatimu untuk
berteduh dibwah hatiku ini,dengan senang dan bahagia”. Hati dsini membalasnya
“dengan sejuta rasa terima kasih hati ini lantunkan untukmu, agar terjalin
sebuah ikatan yang tidak akan putus oleh jarak, waktu dan usia, apakah hatimu
siap menerima permintaan hati ini…?” Hati itu pun membalas ucapan hati disini
denga nada yang serius “ iyya…hati ini tulus menerima permintaan hatimu, bila
hatimu bisa melengkapi hatiku dengan katulusan, kejujuran, dan kasih sayang.”
Hatipun menerimanya “insya allah, bila sang maha kuasa menkehendaki akan
terlalui oleh hatiku ini dengan setulusnya, walau rintangan membentang asalkan
hatimu siap mendampingi hatiku untuk melaluinya. Akan terlewati dengan mulus
semulus minyak yang dimasukkan kedalam selang yang tidak tersumbat.” Hati itu
membalasnya dengan ucapan “terima kasih banyak karena hatimu siap menjaga
hatiku yang sekian lama menantikan kehadiran hati yang akan menjaganya hingga
akhir zaman bahkan sampai akhirat nantinya.”
Berjanlah
hati disini dengan hati itu sampai beberapa waktu. Dan entah mengapa hati
disini bertanya-tanya dengan bisiknya jiwa. Tapi tanya itu tidak terhiraukan
dan dibiarkan saja tanya itu terus berbertanya, sampai pada waktu yang begitu
indah selama kebersamaan hati disini dengan hati itu, mengapa tanya itu muncul
lagi dan lagi, isi dalam tanya itu “mengapa harus percaya pada hati itu,?
Mengapa tergiur dengan kekaleman hati itu,? Mangapa harus jalan dengan hati
itu,? Apakah hati disini tidak ingat kalau ada hati yang mrnantikan hati disini
disuatu tempat yang begitu megah indah dan menggiurkan para hati yang lain,
namun tempat itu adalah tempat hati disini dengan hati yang menanti disana.?
Hati disini pun bingung tidak menentu siapakah hati yang dimaksud jiwa hati
ini.?
Terkadan langkah akan terhenti oleh sang waktu yang melintasi
dentang hari ini. Sulit terbayangkan oleh jiwa yang lelah melalaui hari penuh
liku. Sabar hanya itu yang bisa menenangkan jiwa yang membara karena rindu.
Begitu sulit hidup dirantau, tapi itu harus terjalani dengan penuh kesabaran
dan ketekunan. Hidup bagaikan waktu yang terus bergulir tiada hentinya. Susah,
senang atau bahagia, sedih itu merupakan awal dari kehidupan senja. Senja
adalah hidup dimana susah dan senang telah terlewati, yang dilakukan kini
tinggal menghadapkan/mendekatkan diri pada yang kuasa, karena susah dan senang
kini tertelan oleh usia yang makin hari makin tua.
Serasa ingin pulang kesisi yang maha kuasa tapi malu karena jiwa
penuh dosa. Tapi jika tidak pulang jiwa ini rindu pada yang maha kuasa, karena
keindahan surganya. Sabarlah wahai jiwa yang merindu akan keindahan surga yang
maha kuasa. Kumpulkanlah amalmu dan hapuslah dosa-dosamu yang bisa
menjerumuskan jiwa kedalam panasnya api neraka yang rindunya membara pada
jiwa-jiwa yang sesat dari jalan sang maha kuasa.
Suasana jiwa semakin timbul kesedihan yang begitu dalam, karena
raga tidak peduli apa yang dilarangkan oleh sang maha kuasa. Raga merajalela
dengan keinginannya yang dirasuki oleh setan yang tidak kenal kepedihan.
Mungkin bisa ditaksirkan jiwa-jiwa yang sesat didunia ini mungkin mencapai 80%.
Dan yang 20% itupun belum tentu bersih jernih. Banyak manusia merasa dirinya
yang paling hebat, yang paling sempurna, karena keandaiannya ia sombong dan
tidak pernah mencoba kembali berfikir ke yang paling bawah, dia hanya berfikir
kalau dirinyalah yang paling sempurna. Tapi dia tidak fikir siapa yang menciptakan
alam semesta ini, sebenarnya kesempurnaan hanya sang pencipta alam semesata ini
yang memiliki kesempurnaan yang paling sempurna. Kita sebagai manusia hanya
melakukan sesuatu dengan cara yang sempurna tapi itupun belum tentu sempurna.
Serasa jiwa ingin pulang kesisi yang maha kuasa namun malu karena
tingkah laku raga. Tapi bila tidak pulang rindu akan merasuk semakin dalam dan
tiada hentinya meminta jiwa kembali, itu dikarenakan tingkah laku raga yang
sangat memalukan jiwa. Namun kesabaran jiwa tidak pernah berhenti bersabar.
Sungguh malang jiwa ini karena raga.Wahai sesamaku sadarlah akan tingkah laku
kita selama ini. Mari kita mendekatkan diri pada yang maha kuasa sebelum kita
terlambat. Sebelum ajal melambaikan/memanggil kita untuk kembali. Kesisi tuhan
yang maha kuasa segalanya. Manusia tak ada yang tau
kapan akan tejadi kiamat, namun manusia selalu memprediksikan bahwa kiamat tak
lama lagi dating temui kta semua. Tapi bagi aku kiamat itu akan tiba pada saat
kita pada terlena akan apa yang terpajang indah. Namun haram bagi umat manusia
tuk menyentuh keindahan itu, karena keindahan itu merupakan ujian bagi umat
manusia tuk menggapainya. Walau keindahan itu benar-benar indah tak ada duanya,
namun itu haram tuk di sentuh apalagi tuk dimiliki.
Wahai
hamba sang maha kuasa taubatlah, jauhilah larangan sang maha kuasa, namun
berdekat dirilah padanya. Jangan pernah berhenti memohon petunjuknya, agar
engkau tidak tersesat menuju keindahan surga yang sebenarnya. Letakkanlah dan
luruskanlah hatimu menuju kejalan yang benar.
Sang
maha kuasa pernah bersabda pada rasul-rasulnya, “wahai engkau rasul-rasulku
yang aku berikan mukhjizat, tunjukkan pada mereka yang tidak pernah percaya
akan adanya siksa neraka, dan sampaikan kepada mereka, bila mereka berbuat baik
maka aku akan membalasnya dengan nikmatnya surga, tapi bila mana mereka-mereka
berbuat jahat/berbuat dosa maka aku akan membalasnya dengan panasnya api neraka
jahannam. Maka dari itu tuntunlah ummatmu menuju jalan yang benar,dan ajarkan
mereka bagaimana cara berbuat baik, dan menyembah padaku.”
Wahai
para sahabat dan teman-teman semua yang pernah berbuat makhsiat/dosa, aku
menghimbau kalian semua sadarlah sebelum usia mengakhiri umur ini. Lekaslah
bertaubat sebelum engkau di shalati. Jangan sampai nanti kalian sudah tak mampu
melakukannya baru mau taubat/sadar. Dan jangan pernah menyesal ternyata selama aku hidup tak pernah berbuat
kebajikan, karena bagimu itu tak ada gunanya. Menyesallah sebelum menjalaninya,
karena yang sebenarnya penyesalan itu tak ada berada didepan, jadi, menyesal
lebih awal itu memiliki makna yang begitu berarti dan bisa menuntun kita
kejalan yang lurus.
Langkah
demi langkah yang telah berlalu akhirnya aku temukan juga dia dalam kesepian
hatinya, aku menyapanya dengan nada suara yang rendah. “hai… sedang apakah
dikau disudut malam yang sunyi ini…?” tanyaku lewat celah cahaya. Dia hanya
diam dan tersenyum malu seakan dirinya tak mau ditemui walau sebenarnya dia
kelihatan happy. Mungkin dia lagi banyak problem dalm tiap langkah kakinya. Aku
biarkan dia menyendiri di sudut gelap malam itu.
Keesokan
harinya aku temui dia lagi di tepi pagi yang bermandikan cahaya mentari, aku
berharap dia akan bicara dangan apa yang menjadi problem dalam langkahnya itu.
Namun apa yang terjadi dia hanya membisu sepertinya tak mau berbagi problemnya
padaku, mungkin dia takut akan apa yang akan aku lakukan pada problemnya itu.
Aku hanya bisa sedih melihat dia tenggelam dalam problemnya sendiri. Anadai dia
bicara apa yang menjadi penjanggal langkahnya itu, bisa atau tidak bisa
membantunya mungkin ada sedikit masukan yang bisa aku berikan padanya, namun
dia hanya diam, bagaimana aku bisa membantu atau memberikannya solusi kalau dia
hanya diam saja.
Beribu
waktu tyang telah aku lalui namun aku belum mampu menemukan problem apa yang
menjanggal dalam hati si dia itu. Dalam sembah sujudku pada yang maha kuasa tak
lain meminta petunjuk darinya, agar sang maha kuasa memberikan aku petunjuk
ataupun jalan keluarnya. Tapi entah mengapa sampai saat ini belum ada
tanda-tanda yang diberikan oleh sang maha kuasa. Tapi tetap tabah dan tak
pernah berhenti berdo’a padanya.
Dari
selang waktu yang telah aku lalui bersamanya ternyata terjawab juga uneg-uneg
aku selama ini. Ternyata si dia menjalin hubungan dengan sahabat aku sendiri.
Kecewa memang aku kecewa tapi aku tetap tabah karena bagiku mungkin bukan dia
yang pantas menjadi teman dalanm langkah kehidupan aku ini. Aku tak pernah
berhenti memohon petunjuk dari yang maha kuasa, agar mempertemukan aku dengan
sosok teman kehidupanku yang sebenarnya. Tak ada guna berharap bila tak ada
benih yang ditanam. Tak ada guna meminta bila tak pernah memberi. Tak ada guna
hidup bila tak ada misi yang tertanam. Tak ada guna mencari bila yang dicari
belum pasti ada.

MANTANKU
masih kah kau mengingatku
Aku kekasihmu yang dulu
Aku kekasihmu yang dulu
Ingatkah
kita bersama
Dam
akhirnya kita berpisah
Aku
akan menyayangimu
Meski
kau tak jadi milikku
Aku
akan mendo’akanmu
Agar
kau s’lalu bahagia
Mantanku
masih ingatkah kepadaku
Aku
kekasihmu yang dulu
Aku
cinta kamu
Mantanku
jujur aku tak ingin kau jauh
Tapi
mereka yang tak ingin kita bersama
Dalam derap
langkahku kau selalu dalam ingatku, mungkinkah langkah ini bisa jumpa denganmu
lagi. Walau kau disana sudah temukan yang terbaik untuk penjaga hatimu. Walau
aku tahu kau sudah temukan, tapi hatiku tetap kau yang terindah. Mungkin aku
tak bisa membahagiakan kamu waktu itu, tapi munkin hari ini dan esok aku bisa.
Karena aku akan tetap jaga percayamu yang kau berikan padaku. Tapi bila kau
tidak memberikan percayamu, mungkin
tidak ada lagi ruang hampa yang bisa aku tempati tepiskan rasaku, yang berkobar
hanya untukmu. Hanya karenamu aku akan berubah. Seutuhnya hidup dan matiku,
hanya kuserahkan pada rasa yang akan bersatu. Rasa itu adalah rasaku dan
rasamu, dan tidak ada rasa yang lain yang bisa menggoyahkan rasaku ini, walau
aku mencari dan tidak hentinya. Tapi rasaku tetap tertujuh hanya untukmu.
Mungkin kau tidak percaya dengan apa yang aku tuliskan disini, tapi sejujurnya
apa yang aku tulis disini itu merupakan isi hatiku.
Diderap
langkahku yang tergetar dalam hatiku hanya ada satu nama yang selalu terucapkan
hanya nama ini “HARLINA”. Aku selalu mencoba untuk mengganti nama itu tapi
tidak bisa. Jadi aku mengabadikan ini dalam dunia maya, agar semua orang tahu
bahwa aku benar-benar belum bisa menerima bahwa kau adalah mantanku. Bila kau
mengijinkan aku mengubah kata mantan ini menjadi kata kekasih. Aku harap kau
mengulurkan rasamu menggapai rasaku yang kini menanti uluran rasamu, bila kau
tidak mengulurkan rasamu maka rasaku akan jatuh dan mati begitu saja. Bila
rasaku mati maka cintaku tetap abadi hanya untukmu. Percayalah padaku, aku
tidak akan kecewakan kamu lagi. Kekecewaan yang aku taburkan dulu itu merupakan
jalan dimana cinta akan abadi kelak. Bila kau percaya padaku maka aku akan
lebih percaya lagi padamu. Seiring waktu yang telah
kita lalui tidak terasa sudah terlalu lama, bahkan melalui tahun. Tapi entah
mengapa kau tetap terasa dekat dariku. Mungkin hubungan kita sekarang hanya
sebatas kenalan saja. Tidak sama pada waktu pertama kita saling kenal. Tapi aku
tidak tahu kenapa aku tidak bisa melupakan kamu. Walau jarak kita begitu jauh,
tidak pernah saling temu walau itu sedetik, apa lagi sampai sejam saling
tatapnya. Tapi aku yakin hati yang merasakan siapa yang pantas dia pilih.
Sampai saat ini hanya suara kita yang selalu terdengar melalui kecanggihan saat
ini.
Aku melalui hari-hariku dengan sebaris doa. Dan
aku mengungkapkan isi hatiku dengan ucapan maaf yang begitu tulus dari hatiku.
Mengapa aku lakukan ini karena aku pernah mengecewakan kamu sebelumnya, dan
kini aku ingin mengisi ruang hampa dalam hatiku dengan nama dan cinta kamu.
Mungkin hal ini menurut kamu gila, tapi bagiku ini adalah jalan yang telah
diberikan oleh yang maha kuasa. Kamu percaya atau tidaknya, aku tidak pernah
memaksa bahwa kamu harus percaya. Harapanku semoga kamu bisa mempercayai aku,
walau jarak kita terlalu jauh. Tapi hatiku seakan tiadak pernah merasakan
jauhnya jarak kita saat ini.
Harapan aku saat ini semoga kamu mau mengisi
ruang hampa dalam hatiku ini. Walaupun jarak kita jauh dan lama tidak jumpa.
Tapi mungkin kamu sudah kenal siapa aku yang sebenarnya. Aku bukanlah jutawan
bukan pula saudagar, tapi aku adalah manusia biasa yang tidak lepas dari tali
kesalahan. Tapi tiap kesalahan pasti ada jalan untuk memperbaikinya.
Bukit indah yang pernah terdaki oleh persaan
ternyata memiliki tebing terjal yang menjatuhkan perasaan ini. Baru terasa saat
masalaluku kembali mengetuk hatiku yang lama diam dalam kesendiriannya.
Kesedihan dan rasa kecewa memang tersa namun harus diapa itu sudah ketentuan
yang maha kuasa. Aku hanya bias mengambilnya sebagai sampel kehidupanku untuk
masa depan yang harus aku jalani dan yang aku tempuh saat ini.
Kesunyian yang dulu aku sembunyikan dalam hatiku
kini terang kembali. Kilauan cahaya dari masa kiniku membuatnya tersa indah
kembali, seakan kepedihan yang lalu hilang secara berlahan namun itu pasti.
Berpegang teguh pada yang kuasa, agar jiwa tidak tersesat nantinya dimasa kini
dan masadepan nantinya.
Siul burung kenari member makna keindahan dalam
langkah. Sempat raga dan jiwa tak ingin bersatu kembali, namun hasrat berpegang
teguh pada yang kuasa. Hidupku yang terambang masalau kembali berjalan dengan
langkah yang tegar dan tak takut tersandung lagi. Bila aku takut tersandung
maka makna hidupku tak ada lagi dimata yang maha kuasa.
Berbicara masalalu, masakini dan masadepan
heruslah ada tiang penegak yang menjadi tumpuannya. Bila tiang itu tidak ada
maka janganlah berani melangkah karena rasa nekat dan tidak takut tersandung.
Bilamana tersandung nantinya tidak akan terbangunkan lagi untuk gapai masadepan
yang menjadi isi dalam visi misi dan strategi kehidupan nantinya.
Terasa saat
kau tinggalkan aku, betapa sedih terasa dalam jiwaku. Tapi aku tetap tabah
menjalani hidup ini demi langkah masadepanku nantinya. Bukannya aku tak
merindukan kamu, tapi aku tak ingin menjadi yang kedua melukai dan kau lukai.
Hidup ini janganlah diibaratkan awan yang selalu berada diatas, tapi hidup ini
bagaikan bulan dimalam hari. Kenapa aku mengatakan demikian..? karena hidup ini
pernah dijalan yang rendah dan datar, pernah juga dijalan yang tinggi namun berakhir pula dijalan yang rendah dan
datar hingga lenyap tak tahu ujungnya dimana.
Kau kasih
yang selalu memberiku semangat dalam tiap langkahku, namun dibalik semua itu
kau hanya berpura-pura. Karena kau tak inginkan aku kecewa karena sikap dan
sifatmu itu. Tapi lebih kecewanya aku, saat engkau ketahuan bahwa kau tak bias
mencinta diriku, karena keadaanku. Tapi aku relakan kejadian ini terjadi padaku
untuk saat ini, tapi lain kali aku akan berhindar dari apa yang akan datang
nantinya. Hidupku akan terus mengalir seperti air. Aku tak akan tinggal
dikentinggian gunung yang akun hancurkan
hidupku. Tapi aku akan berada didasar danau yang paling dalam. Aku akan biarkan
hidupku tenggelam dalam air yang sesakkan nafasku. Tapi suatu saat nanti akan
terapung dengan kebahagiaan yang menyambut penuh haru yang tak terhingga.
Karena ketabahan hati menjalani hidup suatu saat pasti ada balasnya.
Sakit, itu
yang dirasakan saat kita jatu pada cinta yang tak pernah menerima apa adanya. Tapi bila takut terjatuh pada
cinta yang tak pernah menganggap kita ada. Kita tak akan pernah tahu
bagaimanakah cinta itu sebenarnya. Begitupun dalam kehidupan, bila kita takut
akan kesengsaraan menemani. Kita tak akan bisa merasakan betapa indahnya mencapai
sebuah kesuksesan yang lama terpendam dalam jiwa.
Dulu kau
pernah bilang kalau aku lelaki munafik,
Tapi bagiku saat kau mengatakan kalau
aku lelaki munafik
Mungkin karena kamu kecewa, marah, atau
emosi
Karena
kelakuanku dan keangkuhanku ini. Aku
harap semoga kau bisa mengerti maksudku yang sebenarnyaDihatiku tidak ada yang
lain Selain dirimu…..!!!!!
RINDUKU SEBATAS SEMU
Mungkinkah
kau hadir menemani sepi jelang senja
Diiringi
gerimis menambah sendunya hati dalam kesendirian ini
Jika cinta
tak dapat kau miliki maka janganlah kau bersedih
Jangan
kau tangisi tapi bahagialah
Karena
setiap cinta itu hilang
Pasti
tidak lama kemudian
Cinta itu
akan dating kembali
Janganlah
kau simpan dendam
Ketika kau
tidak dapat memiliki
Namun sadarilah
bahwa cinta
Tidak
selamanya harus termiliki
Bila aku
mencintaimu
Aku
senangtiasa berfikir kebahagiaanmu
Kadangkala
aku abaikan perasaanku sendiri
Bukan
karena aku kejam pada diriku
Tapi
karena aku saying sama kamu
Puisi cinta untuk teman
Rintihan hati ini hanya difahami
Jiwa yang mengerti karena sebening
impian
Yang pernah dilukiskan kini semakin
pudar warnanya
Sedang ilusi cinta yang diseret pilu
Semakin resah membisik lembut
Selirat kasih yang kian tercicir
Aku telah lama mengerti
Puisi cinta yang telah membawah aku
terus berlari
Jauh dan terus jauh terlena dari
alam relity ini
Aku jua telah lama mengerti
Puisi cinta memang indah dan
mengasyikkan
Dan ia juga penawar
Pengobat segala duka dihati
Dari daki dunia dan rakusnya sifat
insane-insan manusia
Puisi cintaku ini
Datanglah lagi kepadaku dengan
segera
Dan
bawalah aku pergi jauh dari alam relity ini
Bersama suatu instansi imaginasi
Kealam yang kekal abadi selamanya
Terang tarik aku
Selangkah lagi kaki ini gapai
kegelepan
Semenit lagi waktuku akan bersanding
kesedihan
Akankah jiwa ini terbelengguh
kesepian
Setelah jiwa tgerbelengguh kegelepan
Sedetik mundur dari langkah
sebelumnya
Mungkin akan tercipta selembar
bahagia
Dari rintisan cerita hidup yang
penuh derita
Sehelai angin mengikat rindu dalam
jiwa
Terpaku kesunyian tanpa kasih yang
dicinta
Teriakan jiwa terdengar oleh alam
Terang tarik aku temui malam
Yang biasa aku duduk terdiam
Terang tarik aku tunaikan mimpiku
Dalam bahagia yang terbelengguh
dalam jiwaku
Terang
tarik aku temui kasiku
Yang jauh dari pandang mataku
aku pemujamu
ketika kau tertawa
kupandang dengan pasti
olehmu menarik hatiku
dan biarkan aku
menatapmu dengan perasaanku
yang menggebuh
tiada henti
andaikan engkau
mangerti perasaanku saat ini
namun engkau tak
mengerti itu…
aku pemujamu
disini yang tak engkau kenali
sedikitpun
sepercikpun
dan biarkan aku
menatapmu dengan perasaanku
yang menggebuh
tiada henti
andaikan engkau
mangerti perasaanku saat ini
namun engkau tak
mengerti itu…
menyusuri ruang
hatimu yang tebak tak dapat kusentuh
semua ini hanyalah
angan anganku yang terlalu jauh
andaikan engkau
mangerti perasaanku saat ini
namun engkau tak
mengerti itu…
menyusuri ruang
hatimu yang tebak tak dapat kusentuh
semua ini hanyalah
angan anganku yang terlalu jauh
tak adakah piling
dirimu
saat aku mencoba
merayu
semua ini hanyalah
angan anganku yang terlalu jauh

lupakan masalalumu
sudah ku menyadari
semua yang kau miliki
bahwa kau tlah
memilih dia sbagai penggati
memang hatiku
mencintai
memang hatiku
menyayangi
tetapi ku tak
berarti harus memilikimu selamanya
pergilah engkau
kekasih kebalilah kepadanya
lupakan masalalumu
saat kita bersama
semuanya telah
berbeda hatiku terlanjur luka
tapi aku tak
mengapa walau sedikit terluka
memang hatiku
mencintai
memang hatiku
menyayangi
tetapi ku tak
berarti harus memilikimu selamanya
pergilah engkau
kekasih kembalilah kepadanya
lupakan masalalumu
saat kita bersama
semuanya telah
berbeda hatiku terlanjur luka
tapi aku tak
mengapa walau sedikit terluka
pergilah engkau
kekasih kembalilah kepadanya
lupakan masalalumu
saat kita bersama
semuanya telah
berbeda hatiku terlanjur luka
tapi aku tak
mengapa walau sedikit terluka

antara benci & pengorbanan
mungkin semua ini
sudah takdirku
pacar yang ku
saying selingkuh
tak habis fikir
dia selingkuh
didepan mataku
sendiri
mungkin semua ini
sudah nasibku
kasih yang ku
damba mendua
tak habis fikir
dia mendua
dengan orang
terdekat dariku
biarlah aku saja
yang mengalah
demi kebahagiaan
kalian
sudah suratan
takdir diriku mencintai
tapi tak bisa
dicinta
biarlah aku saja
yang mengalah
demi kebahagiaan
kalian
sudah suratan
takdir diriku menyayangi
tapi tak bisa
disayang
mungkin semua ini
sudah nasibku
kasih yang ku
damba mendua
tak habis fikir
dia mendua
dengan orang
terdekat dariku
biarlah aku saja
yang mengalah
demi kebahagiaan
kalian
sudah suratan
takdir diriku mencintai
tapi tak bisa
dicinta
biarlah aku saja
yang mengalah
demi kebahagiaan
kalian
sudah suratan
takdir diriku menyayangi
tapi tak bisa
disayang
biarlah aku saja
yang mengalah
demi kebahagiaan
kalian
sudah
suratan takdir diriku mencintai
tapi tak bisa
dicinta
biarlah aku saja
yang mengalah
demi kebahagiaan
kalian
sudah suratan
takdir diriku menyayangi
tapi tak bisa
disayangi lagi
tapi tak bisa
dicintai lagi
tapi tak bisa
disayangi lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar