Berbicara
masalah waktu, setiap orang atau manusia diberikan kesempatan dan hak yang
sama. Kaya atau miskin, cacat atau normal, jelek atau cantik, buruk atau baik,
kecil atau besar semua diberikan waktu yang sama. Satu hari sama-sama diberi
waktu 24 jam. 1 jam sama dengan 60 menit, 1 menit sama dengan 60 detik.
Termasuk berapa lama manusia akan hidup di permukaan bumi ini semuanya sudah
ditentukan. Hari kemarin bukan hari ini. Tidak ada satupun orang yang dapat
membeli atau menyewanya. Apa lagi sampai mengubahnya. Kita tidak bisa menambah
atau menguranginya. Waktu tidak ada penggantinya, waktu tidak bisa dikumpulkan
atau disimpan untuk hari esok. Waktu hanya dapat kita jalani dan memanfaatkan,
dan bagaimana seseorang memanfaatkan waktunya. Itulah cermin kualitas hidupnya.
Hidup ini
tidak mengenal siaran tunda atau siaran ulang. Apa yang jatahnya ada pada detik
ini berlaku pada hari ini, yang berakal sehat mengerti bahwa dunia ini tidak
diciptakan hanya untuk mencari ksenangan di dalamnya. Kita harus dapat dan
sadar bahwa kita harus dengan tegas membedakan kesenangan dengan kesempatan.
Satu kesempatan mampu menciptakan seribu kesenangan namun seribu kesenangan
belum tentu dapat memberikan satu kesempatan. Maka dari itu, dalam kondisi
apapun kita harus konsisten menggunakan dan manfaatkan waktu itusecara tepat
dan benar. Kini kita sadari bahwa satu detikwaktu sangat berharga. Jangan
sekali-kali menyianyiakannya.
Napoleon
Bonaparte, seorang maharaja yang hebat dan berkuasa, pernah mengatakan “saya
dapat memiliki semua yang ada di dunia ini, tetapi saya tidak dapat membeli dan
memiliki waktu”. Seorang maharajapun tidak bisa menguasai waktu apalagi rakyat
biasa seperti kita. Kita hanya dapat mempergunakan waktu dangan lebih efektif dengan
manejemen waktu dengan baik. Waktu itu adalah nyawa kita, jika waktu kita
sia-siakan sama dengan menyia-nyiakan nyawa kita sendiri. Kebanyakan
orang-orang gagal menghabiskan dan menghambur-hamburkan 80% waktunya untuk
kegiatan sepele yang tak bernilai, itu dikarenakan :
- Tidak adanya targetdan rencana kerja. Tidak mempunyai suatu kebiasaan kerja berdasarkan rencana atau tahap demi tahapan.
- Kurang jelas tentang apa yang mereka inginkan. Seperti contoh menganggap kesehatan itu tidak penting hingga tidak mengatur waktu untuk berolah raga apalagi mengkonsumsi makanan kesehata.
- Tidak mengerti dan tidak mau mengerti bahwa detik-detik dalam waktu adalah momentum. Tidak menyadari bahwa sukses dibangun setiap hari dan setiap detik bukan system tempo atau tempo-tempo saja.
- Tidak ada konsep tentang manejemen waktu. Tidak mengnggap bahwa waktu adalah sumber yang paling berharga.
- Enggan memperjelas apa yang menjadi peranan uitamanya. Selalu melakukan sesuatu yang tidak berkaitan dengan tanggung jawabnya.
- Tidak mengenali sesuatu yang dapat merampok dan merampas waktunya. Misalnya : tidur siang yang berlebihan dan banyak memboroskan waktu. Nonton TV yang berlebihan, sering membuat penundaan, dan hobby bersenang-senang yang belum waktunya dia lakukan.
Jadi Waktunya Adalah Sekarang Bukan Kemarin dan Juga Bukan Besok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar